Mitra, PilarAktual.com – Semangat petani muda untuk memajukan sektor pertanian terus mendapat perhatian serius.
Salah satunya datang dari Dolfi Sumangando, petani milenial asal Kabupaten Minahasa Tenggara, yang terpilih mengikuti pelatihan pertanian modern di Kota Bandung, Jawa Barat.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pengembangan klaster pertanian yang digagas oleh Bank Indonesia (BI) Sulawesi Utara (Sulut).
Tujuannya jelas meningkatkan kapasitas dan wawasan para petani muda dalam mengelola usaha tani dengan pendekatan teknologi dan digitalisasi.
Pelatihan yang digelar selama empat hari ini diikuti oleh 12 petani muda terbaik dari berbagai daerah di Sulawesi Utara.
Selama kegiatan, para peserta mendapatkan pembekalan intensif mengenai penerapan teknologi pertanian modern, manajemen usaha tani, hingga strategi pemasaran hasil pertanian berbasis digital.
Tak hanya teori, peserta juga diajak langsung meninjau lapangan untuk melihat praktik terbaik (best practices) yang telah diterapkan di kawasan pertanian inovatif di Bandung dan sekitarnya.
Melalui kunjungan tersebut, mereka belajar tentang efisiensi produksi, pengolahan pasca-panen, hingga strategi memperluas pasar produk pertanian secara berkelanjutan.
Menurut BI Sulut, program ini merupakan bentuk komitmen lembaga dalam mendorong transformasi ekonomi daerah.
Dengan memperkuat sektor pertanian dan memberdayakan petani muda, BI berharap bisa menciptakan ekosistem agribisnis yang tangguh dan berdaya saing di era digital.
Bagi Dolfi Sumangando, kesempatan ini menjadi pengalaman berharga.
Selama ini, ia dikenal aktif mengembangkan pertanian hortikultura di Minahasa Tenggara dengan pendekatan ramah lingkungan.
Ia pun mengaku pelatihan ini memberikan banyak inspirasi untuk diterapkan di daerah asalnya.
“Pelatihan ini membuka wawasan baru bagi saya tentang pentingnya inovasi dan digitalisasi di bidang pertanian. Banyak hal yang bisa diterapkan di daerah, terutama dalam meningkatkan efisiensi produksi dan pemasaran,” ujar Dolfi kepada wartawan.
Ia menambahkan, sepulang dari pelatihan, dirinya berkomitmen untuk menjadi agen perubahan di lingkungannya.
“Saya ingin menularkan ilmu dan pengalaman ini kepada petani-petani lain di Minahasa Tenggara. Harapan saya, pertanian lokal bisa semakin maju, produktif, dan berdaya saing tinggi,” tambahnya.
Semangat seperti yang ditunjukkan Dolfi menjadi contoh nyata bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.
Dengan dukungan lembaga seperti BI, petani milenial diharapkan mampu menghadirkan wajah baru pertanian Indonesia lebih inovatif, modern, dan berkelanjutan.
















