PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Proyek pembangunan jalan Tutuyan menuju pasar Tutuyan, diduga dibangun diatas kawasan hutan mangrove. Sebagaimana hasil pantauan PILARAKTUAL.COM, pembangunan jalan itu memang terdapat penimbunan lahan mangrove serta penebangan ratusan pohon mangrove mulai dari kawasan Desa Tutuyan II sampai hutan kawasan di Desa Tutuyan, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim).
Sangadi Tutuyan II, Hartono Buntuan mengakui, bahwa terkait dengan pembangunan jalan Tutuyan menuju Pasar Tutuyan, pihaknya hanya ikut dalam pengukuran pembukaan jalan bersama Dinas Pekerjaan Umum Boltim. Hanya saja, terkait masuknya areal pembangunan jalan tersebut dalam penetapan kawasan hutan, tentu pihaknya tidak tahu akan perihal tersebut.
“Jadi kami hanya ikut dalam pengukuran bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Boltim saja. Kalau lahan itu masuk kawasan atau tidak, mungkin itu akan dijelaskan oleh pihak Pemerintah Daerah (Pemda) Boltim dalam hal ini Dinas PU,” ujarnya, pada Senin (22/8/2022).
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang, Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPRPRKPP) Boltim, Haris Pratama Sumanta, ST ketika dikonfirmasi PILARAKTUAL.COM menjelaskan, untuk kedudukan pembangunan jalan Tutuyan-Pasar Tutuyan tidak dibangun diatas kawasan mangrove.
Pasalnya berdasarkan SK Menteri Kehutanan Nomor SK 734/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Utara, penetapan kawasan mangrove untuk wilayah daerah Kabupaten Boltim hanya berada di Desa Paret, Kecamatan Kotabunan dan Desa Loyow, Kecamatan Nuangan.
“Untuk pembangunan jalan Tutuyan-Pasar Tutuyan tentunya bukan areal kawasan mangrove. Hal ini sebagaimana SK Menteri Kehutanan Nomor SK 734/Menhut-II/2014 tentang Kawasan Hutan dan Konservasi Perairan Provinsi Sulawesi Utara,” terang Haris.
Haris menambahkan, dalam hal pembangunan jalan tentunya pihak Pemkab Boltim tidak melalukan tanpa adanya kajian yang matang. Apalagi, untuk pembangunan jalan Tutuyan-Pasar Tutuyan memang melintasi areal dekat dengan persawahan dan areal kawasan mangrove.
“Jadi tidak ada penebangan pohon mangrove. Semua sudah kami koordinasikan sebelum melakukan pembangunan. Untuk pembangunan jalan itu sudah tidak ada masalah,” pungkasnya. (Billy)














