BATU BARA, PilarAktual.com – Wisata Sawah yang berada di Desa Sei Raja, Kecamatan Medang Deras, Kabupaten Batu Bara, Provinsi Sumatera Utara merupakan satu destinasi wisata baru yang menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, Desa Sei Raja yang dinakhodai oleh pemimpin muda ini kian berbenah dan bangkit, hal ini tampak jelas pada perhelatan lomba potensi dan inovasi desa tahun 2021 yang dilaksanakan pada bulan Agustus 2021 yang lalu, Desa Sei Raja meraih juara harapan 1 dalam lomba potensi dan inovasi desa tingkat Kabupaten Batu Bara kategori inovasi dan potensi desa wisata.
Desa Sei Raja yang dimekarkan pada tahun 2013 kini mulai ramai diperbincangkan oleh masyarakat di Kecamatan Medang deras hal ini tak lepas dari pola kepemimpinan sang Kades yang mengutamakan pelayanan serta menggali potensi terbaik di desa itu dengan membuat wisata sawah yang dapat menjadi solusi dan peningkatan ekonomi masyarakat dimasa pandemi saat ini.
Kepala Desa Sei Raja Wahid Iskandar Barus SPdi berharap wisata sawah Desa Sei Raja dapat menambah khazanah pariwisata. Selain itu, wisata sawah di Desa Sei raja bisa dikenal dan dapat menjadi satu ikon wisata di Kabupaten Batu Bara.
” Pemerintah Desa Sei Raja akan lebih giat untuk memprioritaskan potensi sawah tidak hanya menjadi mata pencaharian utama bagi warga tani di desa, namun sawah juga punya potensi wisata sebagai solusi peningkatan ekonomi warga untuk kesejahteraan warga disini,” ujar Kades Sei Raja kepada awak media ini di ruang kerjanya, Rabu (16/11/2021)
Kades menjelaskan bahwa hamparan sawah yang hijau dan luas dengan kesegaran udara serta mengandalkan keindahan alam sebagai daya tariknya, pengunjung akan mendapatkan suguhan dari hijaunya petak-petak sawah yang membentang seluas pandangan mata yang langsung mampu menarik minat banyak pengunjung untuk berfoto dengan latar belakang sawah hijau yang menyegarkan, berpadu dengan birunya langit, sungguh sangat instagenic.
Lebih lanjut kades muda ini menuturkan akan ada beberapa spot yang unik dan menarik yang wajib dikunjungi di desa Sei Raja nantinya salah satunya Wisata Numpang Turu (NUTU) kades menganggap semilirnya angin di persawahan akan membuai mata pengunjung untuk beristirahat dan menyegarkan tubuh dari penatnya kegiatan kerja sehari – hari.
” Awalnya saya ingat masa kecil di desa ini, masyarakat hidup bergantung dari panen sawah yang hanya 1 tahun 2 kali bang, jadi muncul ide bersama beberapa masyarakat dan pemuda mewujudkan wisata sawah guna menjadi solusi peningkatan ekonomi warga kami dan saya rasa ga bakalan rugi berwisata ke desa kami, banyak spot bagus dan unik nanti kami buat, salah satunya Wisata NUTU ( Numpang Turu) adalah tempat relaksasi pekerja dari penatnya dunia kerja yang bahkan lupa untuk istirahat kita sediakan tempat dengan semilirnya angin persawahan saya yakin mata pengunjung akan terbuai dan akan tidur ini hanya salah satu dari sekian spot yang unik nantinya bang,” ujarnya.
Ketika ditanya tentang kendala untuk memajukan pariwisata ini yang tak kunjung dibuka kades Sei Raja menuturkan bahwasanya kendalanya pada pendanaan dikarenakan pendanaan saat ini masih bertumpu pada urusan masyarakat dan bantuan dari industri sekitar seperti INALUM.
” Ya kendala kita dipendanaan karena ini dibangun bukan dari dana desa dan sempat saya usul pada musdes namun pada musdes belum diaminkan karena perlu ditinjau kemanfaatannya jadi dengan semangat yang ada dan dana yang seadanya dan sempat kita juga dibantu INALUM bang sebesar Rp.2.000.000,_ Alhamdulillah kepedulian INALUM itu kami bersyukur mudah mudahan di tahun berikutnya kami bisa dibantu lagi,” ungkapnya sambil berkelakar.
Ketika disinggung tentang wisata sawah raja kapan dibuka, Kades Wahid menjelaskan pada akhir tahun 2021 menyambut tahun baru. (RED)
















