BitungPeristiwaSulawesi Utara

LSM Manengkel Solidaritas Perkuat Ekowisata Mangrove dan Terumbu Karang di Sulawesi Utara

274
×

LSM Manengkel Solidaritas Perkuat Ekowisata Mangrove dan Terumbu Karang di Sulawesi Utara

Sebarkan artikel ini
LSM Manengkel Solidaritas Perkuat Ekowisata Mangrove dan Terumbu Karang di Sulawesi Utara

Bitung, PilarAktual.com – Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lokal Manengkel Solidaritas terus memperkuat peran masyarakat pesisir dalam menjaga sekaligus memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan di Provinsi Sulawesi Utara.

Sejak berdiri, organisasi ini fokus pada pelestarian lingkungan darat dan laut, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis ekologi.

Ketua Manengkel Solidaritas, Sella Runtulalo, menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya aktif mendampingi warga agar mampu meningkatkan kesejahteraan tanpa merusak alam.

Pendampingan dilakukan melalui pengelolaan mangrove, pelestarian terumbu karang, penguatan usaha mikro kecil (UMK), hingga edukasi lingkungan.

ā€œKami hadir untuk memastikan masyarakat bisa hidup lebih sejahtera dengan tetap melindungi sumber daya alam mereka sendiri, baik di darat maupun di laut,ā€ kata Sella saat diwawancarai, Jumat (27/2/2026).

Baca Juga :  Kapolres Mitra Apresiasi Masyarakat, Pengucapan Syukur Berlangsung Aman dan Kondusif

Saat ini, Manengkel Solidaritas telah menjalankan program di Kota Bitung, Manado, serta empat kabupaten/kota lainnya, yakni Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Minahasa, dan Kepulauan Sitaro.

Dimana, total terdapat 22 desa yang menjadi lokasi kegiatan pendampingan.

LSM ini telah aktif sejak 2019 hingga 2022 dengan fokus utama pada konservasi terumbu karang, perlindungan habitat pesisir, serta survei sosial ekonomi masyarakat.

Salah satu capaian penting adalah dukungan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PT Cargill, berupa pembangunan sarana informasi dan jembatan mangrove.

Tak hanya itu, Manengkel Solidaritas juga mempromosikan Desa Kapitu ke tingkat internasional.

Upaya tersebut membuahkan hasil dengan hadirnya dukungan donor dari NGO asal Jerman, Global Nature Park, yang berkontribusi dalam pengembangan desa ekowisata di Desa Kapitu dan Desa Teep.

Baca Juga :  Refleksi 18 Tahun Boltim, Bupati dan Wakil Bupati Paparkan Strategi Masa Depan Daerah

Kontribusi Global Nature Park mencakup pembangunan lima fasilitas fisik, yakni perpanjangan jembatan mangrove, learning center, kafe mangrove, toilet umum, serta rumah bibit mangrove yang dilengkapi ayunan dan sarana pendukung lainnya.

Proyek ini bersifat hibah dan ditargetkan rampung pada 2028, setelah dimulai sejak 2025.

Sementara itu, Hukum Tua Desa Kapitu, Alfa Winokan, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari Manengkel Solidaritas, para donor, Pemerintah Kabupaten Minahasa Selatan, hingga Bupati Frangki Dony Wongkar.

ā€œKami sangat bersyukur atas dukungan semua pihak. Ini menjadi peluang besar bagi desa kami untuk berkembang sebagai destinasi ekowisata,ā€ ujar Alfa.

Ia juga mengajak seluruh masyarakat Desa Kapitu untuk menjaga kebersihan lingkungan, tidak merusak terumbu karang dan mangrove, serta bersikap ramah kepada wisatawan.

Baca Juga :  RSUD Amurang Gelar Forum Konsultasi Publik 2026, Warga Apresiasi Perubahan Pelayanan Rumah Sakit

ā€œKe depan, pengunjung akan datang tidak hanya dari dalam negeri, tetapi juga mancanegara,ā€ tutupnya.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow