Manado, PilarAktual.com – Gubernur Sulawesi Utara (Sulut), Yulius Selvanus Komaling, menegaskan bahwa Aparatur Sipil Negara (ASN) harus disiplin dalam menjalankan tugasnya dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Ia melarang keras kebiasaan ASN yang sering menghabiskan waktu kerja dengan nongkrong di warung kopi (warkop).
“Jangan sampai jam kerja ASN malah dipakai untuk nongkrong di warkop. Pasti ada sanksinya. ASN harus datang ke dinas masing-masing dan melayani masyarakat,” tegas Yulius dalam apel perdana baru-baru ini.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Yulius memberikan peringatan tegas kepada seluruh ASN. Dengan suara lantang, ia mengajukan pertanyaan, “Apa bisa?” yang langsung dijawab serentak oleh para ASN dengan, “Bisa!”.
Namun, Yulius tidak berhenti di situ. Ia menantang mereka untuk membuktikan komitmen dalam bekerja. “Mari kita buktikan. Saya seorang intelijen yang tidak bisa kalian bohongi,” ujarnya dengan penuh keyakinan.
Sebagai seorang pemimpin dengan latar belakang militer dan intelijen, Yulius menekankan bahwa ia memiliki kemampuan dalam mengumpulkan dan menganalisis informasi di lapangan.
Ia memastikan akan terus memantau kinerja ASN secara langsung.
Gubernur Yulius menegaskan bahwa kedisiplinan dan etos kerja ASN harus ditingkatkan. Menurutnya, seorang pegawai negeri bertanggung jawab untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.
“Ingat baik-baik, kehidupan saya ada dalam dunia tempur dan perang. Saya suka menjadi mata-mata,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa dirinya akan selalu melihat dan mendengar kebenaran di lapangan.
“Gubernurmu ini adalah mata-mata seorang intelijen yang akan selalu memastikan informasi yang diterima itu benar dan akurat,” tambahnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bagi ASN di Sulut bahwa kepemimpinan Yulius Komaling akan berfokus pada pengawasan ketat dan disiplin tinggi.
Dengan gaya komunikasi yang lugas namun tegas, ia diharapkan membawa perubahan positif dalam sistem pemerintahan daerah.
Kedisiplinan ASN menjadi salah satu prioritas utama dalam kepemimpinan Yulius Komaling.
Ia menekankan pentingnya pelayanan publik yang berkualitas, sebagai bagian dari tugas utama seorang aparatur negara.
“Kita harus memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan terbaik. Tidak ada alasan untuk malas-malasan atau bekerja setengah hati. Saya akan terus memantau dan memastikan setiap ASN menjalankan tugasnya dengan baik,” kata Yulius.
Kebijakan ini mendapat respons beragam dari masyarakat dan ASN di Sulut. Sebagian besar mendukung langkah tegas ini, mengingat pentingnya kedisiplinan dalam birokrasi.
Dengan kepemimpinan yang berkarakter kuat dan disiplin tinggi, Yulius Selvanus Komaling diyakini akan membawa angin segar dalam tata kelola pemerintahan di Sulawesi Utara.
Dirnya tidak hanya ingin menjadi pemimpin yang memberikan arahan, tetapi juga memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar diterapkan di lapangan. (*)
















