HALSEL,PA- Ketua Gerakan Pemuda Marhains (GPM) Halmahera Selatan (Halsel) Harmain Rusli, meminta kepada penegak hukum, untuk melakukan penyelidikan terhadap para camat dan panitia HUT 17 Agustus 2024 yang melibatkan anggaran Miliran rupiah dari para kades dan kepala sekolah di Halmahera Selatan.
Kata Harmain, Upaya itu dinilainya sangat, memberatkan para kepala desa dan kepsek lantaran memiliki nilai yang fantastis jika diakomilasikan secara keseluruhan.
“Bayangkan saja, sebanyak 249 kepala Desa di 30 kecamatan, dan 310 Kepala Sekolah di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) harus mengumpulkan uang sebanyak Rp. 2.705 miliar untuk kepentingan upacara 17 Agustus 2024, ini logika yang terbalik,”ujarnya.
Pasalnya, Kata Harmain, anggaran miliaran tersebut diplotong dari para kepala desa di 249 desa dimana Perkades Rp. 6.000.000 dikalikan 249 desa maka jumlanya anggaranya Rp. 1,4 Miliar lebih.
Sementara untuk kepala sekolah SMP sebesar Rp. 2.500,000 dikalikan dengan jumlah sekolah di Halsel sebanyak 120 sekolah maka ditotalkan mencapai Rp. 300 juta.
“Untuk Kepala Sekolah SD ada 290 sekolah, maka dikalikan Rp. 1.500, maka totalnya Rp. 435 juta,”ujar Harmain.
Olehnya itu, ia meminta kepada penegak hukum agar serius menangani kasus tersebut karena dinilai sangat merugikan pihak kepala desa dan kepala sekolah itu sendiri.
“Masa sudah dianggarkan di APBD tapi Masi pungut lagi ke kades dan kepsek, terus nilainya besar sampai Miliran,”sebutnya.
Sementara itu, Ketua Panitia Kabupaten, Soadri Ingratubun dikonfirmasi melalui wa dan tlpn belum bisa menjawab, karena wa dan tlpnnya tidak aktif.(***)
















