HALSEL, PA- Gerakan Pemuda Marahainisme (GPM) mendesak bupati Halmahera Selatan (Halsel) Hasan Ali Bassam Kasuba, untuk mencopot sekretaris RSUD Labuha dinilai membangkang yang berujung pada pelaporan di polres Halsel.
Ketua GPM Halsel, Harmain Rusli, menilai sekretaris RSUD Labuha, Laode Emi, berlaga layaknya seorang bupati sehingga segala sesuatu yang dilakukanya terkesan berlebihan sehingga berujung pada pelaporan itu sendiri.
“Mental seperti ini harusnya tidak bisa diberikan ruang, karena akan menambah firus di lingkup itunsendiri,”Ujarnya.
Harmain juga menyarakan, agar Bupati mengambil langka tegas dalam menyelesaikan problem di RSUD itu sendiri.
“RSUD itu pelayanan yang urgen, kalau buntutnya seperti ini maka suda pasti masyarakat yang dirugikan karena ada gep di rumah sakit itu sendiri,”Terangnya.
Olehnya itu lanjut Harmain, jika ada pejabat yang memiliki mental layaknya seorang pemimpin (Bupati) maka berdampak pada pelayanan di dinas tersebut yang pada akhirnya masyarakat yang dikorbankan.
“Daripada merugikan banyak orang , mendingan satu orang itu yang di tiadakan,”Tegasnya.
Sementara itu, sekedar diketahui, sejauh ini, polisi Resort Polres Halsel, melalui reskrim, telah memanggil sejumlah saksi termasuk Dirut RSUD dan Sekretaris serta bendahara dan para pelapor untuk dimintai keterangan terkait laporan pemalsuan tandatangan oleh sekretaris RSUD Labuha, pada pencairan insentif/ttp 121 pegawai di RSUD Labuha.(***)
















