Berita UtamaBoltimMitraPeristiwa

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Boltim, Warga Diminta Tetap Tenang

739
×

Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Boltim, Warga Diminta Tetap Tenang

Sebarkan artikel ini
Gempa Magnitudo 6,0 Guncang Boltim, Warga Diminta Tetap Tenang

Mitra, PilarAktual.com – Gempa berkekuatan magnitudo 6,0 mengguncang Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada Senin (26/2).

Guncangan tersebut terasa hingga Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), khususnya di Kecamatan Pusomaen.

Dampak dari gempa ini menyebabkan fenomena penurunan air di Sungai Makalu, yang sempat membuat warga setempat khawatir.

Meski demikian, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan bahwa gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Geofisika Manado, M. Zulkifli, S.Tr., M.Si., dalam keterangannya melalui pesan singkat WhatsApp, menegaskan bahwa gempa yang terjadi merupakan gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Sangihe dengan mekanisme pergerakan geser (strike-slip).

“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa gempa ini tidak berpotensi tsunami. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan tidak panik dan tidak mudah percaya dengan informasi yang tidak berdasar,” ujar Zulkifli.

Baca Juga :  Rumah Rampung 100 Persen, Dandim 0209/Labuhanbatu Saksikan Kebahagiaan Pak Tukirin

Salah satu fenomena yang menyita perhatian warga adalah turunnya debit air Sungai Makalu di Kecamatan Pusomaen setelah gempa terjadi.

Sejumlah warga yang berada di sekitar sungai melaporkan bahwa air secara tiba-tiba mengalami penurunan.

Hal ini menimbulkan kecemasan di tengah masyarakat, yang mengaitkannya dengan kemungkinan dampak lanjutan dari gempa.

Menanggapi hal tersebut, Zulkifli menjelaskan bahwa penurunan air sungai bukanlah dampak langsung dari gempa yang terjadi. Menurutnya, fenomena ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor alam lainnya, seperti perubahan aliran air bawah tanah, pergerakan tanah, atau bahkan kondisi geologi setempat.

“Kami memahami kekhawatiran masyarakat di Pusomaen terkait fenomena ini. Namun, perlu diketahui bahwa tidak ada hubungan langsung antara penurunan air sungai dengan gempa yang terjadi,” lanjutnya.

Baca Juga :  Dari Rumah Tua Menjadi Hunian Layak, Pengabdian Satgas TMMD Hadirkan Kebahagiaan bagi Tukirin

BMKG juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap isu yang tidak benar, terutama yang dapat menimbulkan kepanikan.

Penyebaran informasi yang tidak terverifikasi bisa memicu keresahan yang tidak perlu.

Zulkifli mengimbau agar masyarakat tetap tenang dan selalu mendapatkan informasi dari sumber resmi.

“Kami meminta masyarakat untuk terus memantau informasi dari BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. Jika ada perubahan drastis pada kondisi air sungai yang mencurigakan, segera laporkan kepada pihak berwenang untuk ditindaklanjuti,” tegasnya.

Selain itu, BMKG juga mengingatkan adanya kemungkinan gempa susulan, meski dengan kekuatan yang lebih kecil. Oleh karena itu, masyarakat tetap diminta untuk waspada dan memahami langkah-langkah mitigasi bencana.

Baca Juga :  Maria Lestari Sosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Pontianak, Tekankan Pentingnya Persatuan

“Saat terjadi gempa, lindungi diri dengan mencari tempat yang aman. Hindari bangunan yang berisiko roboh dan selalu siaga terhadap situasi sekitar,” tambahnya.

Dengan tidak adanya potensi tsunami dan penjelasan dari BMKG terkait fenomena alam yang terjadi, warga diharapkan tetap menjalankan aktivitas seperti biasa dengan tetap memperhatikan perkembangan informasi resmi.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow