PILARAKTUAL.COM, MITRA – Dalam rangka peremajaan kelapa di Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) tahun 2023,Dinas Pertanian Kabupaten Mitra melalui Bidang Perkebunan dan Bidang Penyuluhan mengadakan rapat sosialisasi, bertempat di Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Ratahan, Kamis 9/02-2023.
Kegiatan ini diikuti oleh para ketua kelompok tani dan para penyuluh. Kelompok yang akan mendapatkan bantuan lewat dana APBN dan APBD dan juga zoom meeting dari Kementrian Pertanian RI tentang Produk baru berupa vitamin perangsang komoditi perkebunan.
Pemaparan materi oleh Kepala Bidang Perkebunan dari Dinas Pertanian Theresia Yowangkay didampingi Kabid Penyuluhan Olvi Lumopa dan Koordinator BPP Kecamatan Ratahan Leobardie Ratela.
Kepada media Yowangkay mengatakan, ada 20 kelompok tani yang akan mendapatkan bantuan komoditi dengan anggaran APBN dan APBD melalui Dinas Perkebunan Provinsi.
“Jadi Satker Provinsi diminta untuk memamsukan proposal permohonan bantuan ” jelas Yowangkay.
Sementara bidang penyuluhan Olvi Lumopa menjelaskan, kegiatan ini juga dilaksanakan zoom meeting dari Kementrian Pertanian RI untuk pengenalan Produk baru berupa vitamin untuk jenis-jenis komoditi.
“Untuk acara zoom meeting memang penting untuk dihadiri, sebab banyak pengenalan produk pertanian yakni vitamin untuk jenis komoditi,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Mitra, Veky Monigir dalam pemaparanya menjelaskan, program ini sangat penting karena kita adalah daerah nyiur melambai dengan hasil kelapa.
“Kita lihat sekarang karena sudah berkurang komoditi kelapa ada yang berunur tua, maka kita perlu diremajakan. Karena itu Pemerintah terus berupaya untuk mensejahtrakan kepada masyarakat, dengan sentuhan untuk mendapatkan bantuan,” kata Monigir.
“Untuk 20 kelompok dibantu masing-masing 10ha, sekitar 120 kalau 10, 1200. Harapannya dengan diterimanya bantuan ini maka harus betul-betul ditanam, karena bantuan bibit ini di keluarkan oleh uang Negara. Bantuan ini juga benar kita bagikan kesemua anggota kelompok. Program semua bisa berjalan, karena sektor pertanian didaerah kita mayoritas. Memang untuk komoditi perkebunan terkendala dengan harga. Diingatkan juga kita untuk berinovasi bagi kelompok untuk mengajukan proposal permohonan berupa alat alat penggilingan minyak kelapa, dan jika bantuan ini sudah dapat kita harus gunakan,” pungkas Monigir. (Lucky Lengkoan)
















