Boltim, PilarAktual.com – Suara drumband menggema di udara, sorak anak sekolah berpadu dengan dentuman musik tradisional. Pagi itu, Senin (27/10/2025), suasana di perbatasan Bolaang Mongondow Timur (Boltim) dan Minahasa Tenggara (Mitra) berubah menjadi lautan kegembiraan.
Sosok muda yang ditunggu akhirnya tiba Dewi Athena Tri Manjadda, peraih Medali Emas International Mathematical Science Creativity Competition (IMSCC) di Suwon, Korea Selatan.
Begitu turun dari mobil di Desa Buyat II, Kecamatan Kotabunan, Dewi disambut Ketua TP-PKK Boltim, Ny. Rosita Manoppo-Pobela, yang mendampinginya sejak keberangkatan ke Korea.
Senyum Dewi merekah, tangan melambai menyapa warga dan siswa yang sejak pagi menunggu di sepanjang jalan.
Prosesi penjemputan dimulai dengan upacara adat Buyat, di mana tokoh adat mengalungkan kain dan menyambut sang juara dengan tarian tradisional.
Warga berdesakan di pinggir jalan, beberapa tak kuasa menahan haru seorang anak daerah, kini mengharumkan nama bangsa di panggung dunia.
Usai prosesi adat, Dewi melangkah diiringi drumband dari SMP Negeri 1 Kotabunan dan SDN II Buyat II.
Di sepanjang jalan, ratusan pelajar melambaikan bendera kecil dan meneriakkan nama sang idola.
Momen itu seakan menjadi perayaan kemenangan seluruh masyarakat Boltim.
āKami semua bangga. Ini bukti anak daerah juga bisa bersaing di level dunia,ā ujar salah satu guru SMPN 1 Kotabunan. Ucapannya langsung disambut tepuk tangan dari para siswa yang tak berhenti memanggil nama Dewi.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim kemudian menyematkan bunga kehormatan kepada Dewi Athena simbol rasa terima kasih dan kebanggaan daerah.
Ia berdiri di tengah sorak sorai siswa, tersenyum malu namun bahagia.
āSemoga apa yang saya capai ini bisa jadi semangat buat adik-adik di sini. Jangan takut bermimpi besar,ā kata Dewi dengan suara bergetar.
Tak hanya masyarakat, para guru dan orang tua juga ikut larut dalam suasana haru.
Banyak yang menitikkan air mata bangga, melihat seorang anak desa kembali dengan membawa prestasi yang jarang diraih di tingkat global.
Rangkaian acara ditutup dengan syukuran sederhana di Balai Desa Buyat II.
Di sana, Dewi dijamu warga, disuguhi makanan khas, dan diminta berfoto bersama siswa.
Bagi warga, kemenangan Dewi Athena bukan hanya kemenangan pribadi melainkan bukti bahwa tekad, kerja keras, dan doa bisa membawa nama Boltim bersinar hingga ke kancah internasional.
āDia contoh nyata bahwa asal punya kemauan, tidak ada yang mustahil,ā tutur Ny. Rosita Manoppo-Pobela sambil tersenyum bangga.
Hari itu, Desa Buyat II bukan sekadar kampung di perbatasan tapi menjadi simbol harapan baru.
Harapan tentang generasi muda Boltim yang mampu menembus batas dunia, dimulai dari langkah kecil seorang Dewi Athena Tri Manjadda.
















