BPI KPNPA RI Batu Bara Sarankan Bupati Fokuskan Anggaran Perbaiki Fasilitas dan Pelayanan Disdukcapil

  • Whatsapp

BATU BARA, PilarAktual.com – Satuan Tugas (Satgas) Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara dan Pengawas Anggaran Republik Indonesia (BPI KPNPA RI) Perwakilan Kabupaten Batu Bara melakukan penelitian yang dipimpin langsung oleh Sekretaris BPI KPNPA RI, Sari Darma Sembiring, SE yang beranggotakan 5 orang mengatakan masih belum maksimalnya pelayanan terhadap masyarakat di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Batu Bara, Sabtu (16/02/2021)

Pasalnya, dari hasil sampling data yang sudah dilakukan di kantor Disdukcapil Kabupaten Batu Bara yang beralamat di Jalan Lintas Simpang Gambus Desa Bulan-bulan, Kecamatan Lima Puluh, sejak Desember hingga januari didapati masih banyak sejumlah masyarakat yang menilai berdasarkan angket yang dibagikan pada saat sedang menunggu antrian pelayanan sedang berjalan ditemukan masyarakat yang menjawab tidak baik.

Bacaan Lainnya

Terkait hal ini, Kadisdukcapil Batu Bara, Maeda Sutopo dan Sekretaris Disdukcapil, dalam perbincangannya diruang kabid PDIP mengakui dengan benar dalam pengurusan layanan kartu keluarga, akta lahir, surat pindah, dan e-KTP masih bergantung pada jaringan dari pusat yang menggunakan satelit.

” Kita memang terkendala dengan keterbatasan fasilitas disini. Salah satunya fasilitas jaringan Internet yang menggunakan fiber optic yang belum bisa digunakan disini. Walaupun disdukcapil dengan keterbatasan fasilitas tetap memberikan pelayanan yang terbaik untuk masyarakat Batu Bara, asalkan sabar menunggu jaringan online dari pusat,” ucap Maeda Sutopo.

Menurutnya, hampir setiap hari kantor Disdukcapil kadang pulang dari kantor sekitar pukul 20:00 Wib menunggu jaringan, sebab di jam tersebut bisa saja kab/ kota lainnya tidak menggunakannya.

Selain itu, Kata Moeda, Pihaknya mengajak rekan-rekan media agar dapat memberikan informasi kepada masyarakat agar anak usia Nol sampai 5 tahun mendaftarkan anaknya menggunakan Kartu Indonesia Anak (KIA) cukup membawa KTP dan KK.

” Apabila anaknya ada usia 5 (lima) tahun sertakan pas photo anak. Dibawah lima tahun cukup nama dicantumkan di KIA,” tambah Maeda.

Sementara, menurut sekretaris BPI KPNPA RI Sari Darma Sembiring, SE hasil angket menunjukkan sejumlah masyarakat ada yang memberikan nilai Tidak Baik, Baik & sangat baik dari beberapa faktor X dan Y terkait pelayanan disdukcapil.

” Dari hasil penelitian kami sementara menunjukkan Perlu Perhatian khusus Pak Bupati terhadap fasilitas dan pelayanan Disdukcapil. E-KTP itu sudah pasti tersistem online membutuhkan Internet yang kuat. Maka BPI KPNPA RI Batu Bara menyarankan agar Kantor Disdukcapil dipindahkan ke Jalan Lintas Sumatera Utara yang mudah untuk mendapatkan media Akses Internet yang menggunakan kabel (Fiber Optic) agar kapasitas nya mampu mencover Kebutuhan Disdukcapil,” jelas Sari Darma.

Menurutnya, Disdukcapil adalah dinas yang paling Vital. Oleh karena itu tambahnya, harus ditempatkan dilokasi yang mudah dijangkau oleh masyarakat Batu Bara. Hal Ini menjadi perhatian disebabkan kebutuhan kelengkapan data dokumen Indentitas peribadi warga negara di Indonesia. Bukan hanya soal data dokumen kelahiran dan kematian yang tercatat, namun terkait juga akan kebutuhan dokumen pribadi masyarakat untuk kepentingan kelengkapan administrasi bekerja ataupun berbisnis yang juga terkait administrasi perbankan dan administrasi kesehatan, selalu yang akan ditanyakan dan dibutuhkan adalah KTP, Kartu Keluarga dan Akte kelahiran. Kami menyarankan Perlu perhatian khusus dari Bapak Bupati Batu Bara Ir. Zahir MAP untuk mengambil langkah cepat agar Disdukcapil lebih cepat dalam pelayanan dan lebih baik kedepannya.

” Ruangan kerja mereka dilantai bawah sangat tidak layak ya. Plafon kantor nya terlihat rusak seperti rembesan air, jika airnya terkena perangkat komputer kan dapat menyebabkan kerusakan. dinding dan beberapa perangkat elektronik komputer terlihat numpuk tidak diletakkan di gudang, diduga tidak ada lagi space tempat. Disdukcapil adalah Dinas yang melayani masyarakat, jam kerja mereka pun hingga larut malam, ya harusnya buatlah ruang kerja dan ruang menunggu yang nyaman. Apalagi ini terkait teknis data. Coba lihatlah ruangan Sekdis pak hamdan itu, sebagai sahabat, miris juga saya. Lalu pada lantai 2 dengan posisi dan bentuk tangga dan pegangan tangan yang seperti itu sangat rawan untuk keselamatan penggunanya,” terang Sari Darma.

Lebih lanjut ia menambahkan bahwa hasil sampling data ini akan dikirimkan ke lembaga-lembaga yang menjadi Mitra BPI KPNPA RI di Pemerintahan Pusat yang berada di Jakarta. (Red)

Pos terkait