Pilaraktual.com,Labuhanbatu Selatan — Dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Serda Pahrul Rozi, Babinsa Koramil 12/LP, bersama tim patroli terpadu Karhutla yang terdiri dari unsur TNI, Polri, Manggala Agni, dan masyarakat, melaksanakan kegiatan sosialisasi bahaya membuka lahan dengan cara membakar. Kegiatan ini dilakukan di warung milik Ardiman Siregar yang berlokasi di Dusun Padangan, Desa Parimburan, Kecamatan Sungai Kanan, Kabupaten Labuhanbatu Selatan, pada Jumat (13/6/2025).
Sosialisasi ini bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai dampak buruk dari pembakaran lahan serta sanksi hukum yang dapat dikenakan bagi pelaku pembakaran, hal tersebut dijelaskan Serda Pahrul Rozi.
Selain itu, tim juga melaksanakan ground check titik hotspot berdasarkan peta indikasi kebakaran di Posko Patroli Gabungan Manggala Agni bersama TNI dan Polri.
Serda Pahrul Rozi dalam keterangannya juga mengatakan, Kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian kami dalam mencegah terjadinya karhutla. Serda Pahrul Rozi berharap masyarakat tidak lagi membuka lahan dengan cara membakar, karena dampaknya sangat luas dan membahayakan lingkungan serta kesehatan.
“Kegiatan ini adalah bentuk nyata kepedulian kami dalam mencegah terjadinya karhutla,”ujarnya.
Sementara itu, salah satu anggota Polsek Sungai Kanan menyampaikan bahwa patroli dan sosialisasi seperti ini akan terus digiatkan, terutama di wilayah rawan karhutla.
Aipda Raja Harahap juga mengingatkan bahwa pelaku pembakaran lahan bisa dijerat dengan sanksi pidana sesuai undang-undang yang berlaku.
“Pelaku pembakaran lahan bisa dijerat dengan sanksi pidana,” tegas Aipda Raja Harahap.
Perwakilan dari Manggala Agni menambahkan bahwa kerja sama antar instansi dan masyarakat sangat penting dalam mencegah karhutla.
Kami tidak bisa bekerja sendiri. Diperlukan sinergi dari semua pihak, termasuk kesadaran masyarakat untuk menjaga lingkungan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, Diperlukan sinergi dari semua pihak,”ujar A.Y Dalimunthe.
Dalam kesempatan tersebut, salah satu warga yang hadir, Burhan Siregar, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan tersebut. Masyarakat jadi lebih paham tentang bahaya dan hukum membakar lahan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini sering dilakukan agar semua warga mengerti dan tidak lagi membakar lahan sembarangan.
“Masyarakat jadi lebih paham tentang bahaya dan hukum membakar lahan,” katanya.
Dilokasi Terpisah Danramil 12/LP Saat Dikonfirmasi Oleh Awak Media Mengatakan Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan serta mencegah kebakaran hutan dan lahan di wilayah Sungai Kanan dan sekitarnya.
“Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan,”Jelas Kapten Inf J.Sembiring. (Erni)
















