BoltimPemerintahanPeristiwa

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Oskar Manoppo Tekankan Tiga Pilar Karakter Generasi Muda

142
×

Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Oskar Manoppo Tekankan Tiga Pilar Karakter Generasi Muda

Sebarkan artikel ini
Pimpin Upacara Sumpah Pemuda ke-98, Bupati Oskar Manoppo Tekankan Tiga Pilar Karakter Generasi Muda
Bupati Oskar Manoppo memimpin upacara Sumpah Pemuda ke-98 di Boltim, menegaskan pentingnya patriotisme, kegigihan, dan empati.

Boltim, PilarAktual.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Oskar Manoppo, S.E., M.M., memimpin upacara peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) ke-98 tingkat Kabupaten Boltim di Halaman Kantor Bupati, Rabu (28/10/2026).

Peringatan tahun ini mengangkat tema nasional “Patriotik, Gigih, Berempati: Pemuda untuk Indonesia”.

Upacara berlangsung khidmat dengan dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boltim, Rosita Manoppo Pobela, S.E., M.Si., Ketua DPRD Boltim Samsudin Dama, S.T., M.E., Sekretaris Daerah M. Iksan Pangalima, S.Pi., M.AP., para asisten, pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), jajaran TNI-Polri, serta aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Boltim.

Dalam upacara tersebut, Bupati Oskar Manoppo membacakan sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Pesan yang disampaikan menegaskan kembali pentingnya semangat persatuan yang telah diwariskan para pemuda melalui ikrar Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Teken MoU dengan UNIMA, Beasiswa Kedokteran Didukung CSR PT ASA

Sembilan puluh delapan tahun silam, para pemuda dari berbagai latar belakang menyatukan tekad untuk memperjuangkan cita-cita bersama sebagai satu bangsa.

Semangat tersebut menjadi pengingat bahwa perbedaan bukanlah penghalang untuk membangun Indonesia, melainkan kekuatan yang perlu dijaga dan dirawat bersama.

Tiga Pilar untuk Membangun Karakter Pemuda

Dalam sambutan yang dibacakannya, Oskar menekankan bahwa kemajuan bangsa tidak semata-mata ditentukan oleh pembangunan fisik, kecanggihan teknologi, ataupun melimpahnya kekayaan.

Fondasi kemajuan yang sesungguhnya terletak pada kualitas manusia, karakter, kecintaan terhadap tanah air, serta kepedulian terhadap sesama.

“Kemajuan sejati dimulai dari manusia, dari karakter, dari hati yang mencintai tanah air, dari jiwa yang tidak menyerah, dan dari kepedulian terhadap sesama,” demikian pesan dalam sambutan Menteri Pemuda dan Olahraga yang dibacakan Bupati Boltim.

Pesan tersebut menyoroti tiga karakter utama yang perlu dimiliki generasi muda Indonesia, yakni patriotik, gigih, dan berempati.

Baca Juga :  Wabup Batu Bara Ajak Guru Bersatu Tingkatkan Mutu Pendidikan dan Perangi Narkoba

Sikap patriotik dimaknai sebagai kecintaan terhadap Indonesia yang diwujudkan melalui pengabdian dan tindakan nyata, bukan sekadar ungkapan.

Generasi muda diharapkan mampu berkontribusi bagi masyarakat serta mengambil bagian dalam pembangunan bangsa sesuai kemampuan masing-masing.

Sementara itu, kegigihan menjadi modal penting untuk menghadapi berbagai tantangan.

Pemuda diharapkan tidak mudah menyerah ketika menemui kesulitan, tidak terpuruk akibat kegagalan, dan terus berusaha memberikan kontribusi terbaik bagi bangsa dan negara.

Adapun empati menuntut generasi muda untuk tidak hanya berorientasi pada pencapaian pribadi.

Kepedulian terhadap kesulitan orang lain dan kesediaan membantu masyarakat yang membutuhkan juga menjadi bagian penting dalam membangun kehidupan sosial yang lebih baik.

Pemuda Didorong Bermimpi dan Terus Berkarya

Menutup sambutan, disampaikan pesan agar pemuda Indonesia berani menggantungkan cita-cita setinggi mungkin, bekerja keras, serta membangun karakter yang tangguh tanpa kehilangan kelembutan hati.

Baca Juga :  Bupati Oskar Manoppo Resmikan Relokasi 20 KK, Warga Terima Rumah dan Bantuan Modal Usaha

Generasi muda juga diharapkan tidak hanya mengejar keberhasilan untuk diri sendiri, tetapi bersedia melayani dan memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 menjadi momentum untuk kembali menghidupkan semangat persatuan dan meneguhkan peran pemuda dalam menghadapi tantangan zaman.

Nilai patriotisme, kegigihan, dan empati diharapkan tidak berhenti sebagai pesan seremonial, tetapi tercermin dalam tindakan nyata di tengah masyarakat.

Melalui semangat tersebut, generasi muda diharapkan dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan Indonesia yang semakin maju, sekaligus menjaga persatuan sebagai fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow