Bali, PilarAktual.com – Penguatan kelembagaan dan sinergi program menjadi perhatian Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), Ketua Tim Penggerak PKK, sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rosita Manoppo Pobela, saat menghadiri rapat koordinasi nasional di Bali.
Kegiatan bertajuk Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP-PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah Tahun 2026 tersebut berlangsung di Bali Sunset Road Convention Center (BSCC), Kota Denpasar, Kamis (22/10/2026).
Keikutsertaan Rosita dalam forum tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi sekaligus menambah wawasan untuk meningkatkan pelaksanaan program Dekranasda, TP-PKK, dan TP Posyandu di Kabupaten Boltim.
Pertemuan ini menjadi wadah bagi pemerintah pusat dan daerah untuk menyelaraskan program, memperkuat tata kelola organisasi, serta membahas strategi pemberdayaan masyarakat yang sesuai dengan kebutuhan dan prioritas pembangunan daerah.
Rosita hadir bersama Sekretaris TP-PKK Rahma Buntuan, Sekretaris TP Posyandu dr. Minarni Manoppo, Ketua Harian Dekranasda Imelda Aprianti Mamonto, serta Kepala Bappeda Boltim Muslim Putra Mokoginta.
Rapat tersebut diikuti 998 peserta, termasuk 974 perwakilan daerah dari 14 provinsi dan 178 kabupaten/kota, serta unsur pemerintah pusat dan narasumber.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Umum Dekranas Selvi Ananda Gibran Rakabuming dan Tri Tito Karnavian, yang menjabat sebagai Ketua Harian Dekranas, Ketua Umum TP-PKK Pusat, sekaligus Ketua Umum TP Posyandu Pusat.
Sejumlah pejabat kementerian dan lembaga juga memberikan materi terkait penguatan tata kelola kelembagaan, arah pembangunan nasional, pelayanan masyarakat, serta dukungan perencanaan dan penganggaran daerah.
Salah satu pembahasan strategis menyangkut peran Posyandu dalam mendukung edukasi gizi dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pentingnya dukungan pemerintah daerah agar program pemberdayaan dapat berjalan secara terencana dan berkelanjutan.
Dalam pelaksanaannya, Dekranasda memiliki peran penting dalam mengembangkan kerajinan lokal dan memberdayakan para perajin.
Sementara itu, TP-PKK berfokus pada pemberdayaan keluarga, sedangkan TP Posyandu mendukung peningkatan pelayanan dasar bagi masyarakat.
Ketiga lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan menjalankan program sesuai tugas masing-masing.
Pengelolaan organisasi yang baik, pembagian kewenangan yang jelas, serta evaluasi berkala menjadi bagian penting untuk memastikan kegiatan memberikan manfaat nyata.
Rosita berharap, materi dan pengalaman yang diperoleh selama mengikuti rapat koordinasi tersebut dapat diterapkan dalam program kerja di Kabupaten Boltim.
āSemoga melalui pertemuan ini, semakin banyak hal baik yang bisa dipelajari dan diterapkan untuk kemajuan Dekranas, TP-PKK, dan TP Posyandu di daerah, sehingga ke depannya dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat,ā harapnya.
Ia juga mendorong agar hasil pertemuan ditindaklanjuti melalui perencanaan program yang lebih matang, koordinasi yang semakin kuat dengan perangkat daerah, serta kolaborasi bersama para pemangku kepentingan.
Melalui penguatan tata kelola dan sinergi lintas sektor, Dekranasda, TP-PKK, dan TP Posyandu Boltim diharapkan semakin optimal dalam mengembangkan potensi kerajinan lokal, memperkuat pemberdayaan keluarga, serta meningkatkan kualitas pelayanan dasar.
Upaya tersebut diharapkan dapat mendukung pembangunan daerah sekaligus memperluas manfaat program bagi keluarga dan masyarakat Bolaang Mongondow Timur.
















