Berita UtamaBolaang Mongondow RayaBolmutHukum & KriminalInternasionalKalbarKaltengMaluku UtaraMinselNasionalPemerintahanPurwakartaSumatera SelatanSumatra Utara

PWI Halsel Desak Komandan Yonif TP 867 Tindak Tegas Oknum TNI, Diduga Aniaya Wartawan

150
×

PWI Halsel Desak Komandan Yonif TP 867 Tindak Tegas Oknum TNI, Diduga Aniaya Wartawan

Sebarkan artikel ini
(Samsudin Chalil Ketua PWI Halmahera Selatan)
(Samsudin Chalil Ketua PWI Halmahera Selatan)

HALSEL, PA.com Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Halmahera Selatan, Samsudin Chalil, mendesak Komandan Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 867/Satria Manggasa, Letkol Inf. Aditya, segera menindak tegas terhadap oknum anggota TNI yang diduga melakukan penganiayaan wartawan juga pengurus PWI Halmahera Selatan, Samuel Ahasweros.

Desakan tersebut disampaikan menyusul dugaan penamparan terhadap Samuel saat menyaksikan pertandingan semifinal Piala Dunia antara Prancis melawan Spanyol di Halmahera Selatan, Rabu (15/7/2026).

Menurut Samsudin, saat itu Samuel sedang menyaksikan pertandingan bersama warga dan memberikan dukungan kepada salah satu tim. Di tengah suasana euforia pertandingan, seorang oknum anggota TNI yang diduga mengenakan seragam dinas lengkap disebut datang dari arah belakang dan langsung menampar korban tanpa didahului perselisihan maupun penyebab yang jelas.

Baca Juga :  Kodim 1207/Pontianak Ajak Masyarakat Kota Pontianak Nobar Bola Gembira Inggris Vs Prancis

“Seorang prajurit TNI harusnya menjadi pelindung dan pengayom masyarakat, bukan justru melakukan tindakan kekerasan terhadap warga, apalagi terhadap seorang wartawan yang sedang berada di tengah masyarakat,” tegas Samsudin.

Berdasarkan informasi yang diperoleh, oknum yang diduga melakukan tindakan tersebut merupakan anggota Yonif TP 867/Satria Manggasa.

Atas insiden itu, PWI Halmahera Selatan meminta Komandan Yonif TP 867/Satria Manggasa segera melakukan pemeriksaan secara profesional, transparan, dan objektif.

Apabila terbukti melakukan pelanggaran, PWI mendesak agar oknum tersebut diproses sesuai ketentuan hukum dan aturan disiplin militer yang berlaku.

Samsudin juga mengingatkan agar penanganan kasus tersebut tidak berhenti pada penyelesaian internal semata, melainkan harus dilakukan secara terbuka sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada publik.

Baca Juga :  Kapolres Mitra Apresiasi Masyarakat, Pengucapan Syukur Berlangsung Aman dan Kondusif

“Kasus ini harus menjadi perhatian serius pimpinan TNI. Jangan ditutup-tutupi atau diselesaikan secara setengah hati. Jika terbukti bersalah, proses sesuai hukum yang berlaku agar menjadi efek jera sekaligus pembelajaran bagi seluruh prajurit,” ujarnya.

Selain itu, Samsudin menyoroti adanya dugaan bahwa oknum tersebut masih mengenakan seragam dinas saat diduga mengonsumsi minuman keras sebelum insiden terjadi.

Menurutnya, apabila dugaan tersebut benar, maka tindakan itu tidak hanya mencoreng nama baik institusi TNI, tetapi juga berpotensi melanggar aturan disiplin militer.

PWI Halmahera Selatan berharap Komandan Yonif TP 867/Satria Manggasa segera mengambil langkah tegas dan memberikan klarifikasi resmi demi menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi TNI serta menjamin keamanan wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Baca Juga :  Pererat Sinergitas Antar Aparat Penegak Hukum, Kapolres Bersama PJU Polres Ketapang Silaturahmi ke Kejaksaan Negeri

Di akhir pernyataannya, Samsudin menegaskan bahwa PWI Halmahera Selatan akan terus mengawal proses penanganan kasus tersebut hingga tuntas.

“Tidak boleh ada ruang bagi tindakan kekerasan terhadap wartawan. Siapa pun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Kami akan terus mengawal kasus ini hingga ada kepastian hukum. Penegakan hukum yang adil adalah kunci untuk menjaga marwah institusi TNI dan kebebasan pers,” pungkasnya. (tim/red)

 

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow