Mitra, PilarAktual.com – Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa kelas VI Sekolah Dasar (SD) di Kabupaten Minahasa Tenggara resmi dimulai pada Senin (20/4/2026).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli, di SD GMIM Ratahan, yang berlokasi di wilayah Lowu Dua.
Pembukaan tersebut menandai dimulainya salah satu agenda penting dalam kalender pendidikan daerah.
TKA tahun ini diikuti oleh total 1.778 siswa yang berasal dari 96 Sekolah Dasar (SD) dan 2 Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten.
Pelaksanaan TKA dijadwalkan berlangsung selama 10 hari, mulai 20 hingga 30 April 2026.
Untuk memastikan kelancaran proses, tes dibagi dalam empat gelombang. Skema ini dirancang agar pelaksanaan berjalan tertib, efektif, serta mampu menjangkau seluruh peserta secara merata.
Dalam sambutannya, Bupati Ronald Kandoli menegaskan bahwa TKA bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan bagian dari upaya strategis pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia menilai, hasil dari tes ini memiliki peran penting sebagai dasar evaluasi terhadap capaian pembelajaran siswa di tingkat sekolah dasar.
Menurutnya, pendidikan tidak hanya berbicara tentang angka dan nilai akademik, tetapi juga menyangkut pembentukan karakter.
Karena itu, ia mengingatkan para siswa agar mengikuti tes dengan penuh kesungguhan, kejujuran, dan rasa percaya diri.
“Tes ini bukan hanya soal hasil akhir, tetapi proses yang dilalui. Kejujuran dan usaha adalah bagian penting dari keberhasilan,” ujarnya di hadapan para peserta.
Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Tenggara, Nolly Ratela, M.Ed, bersama Kepala Bidang Pendidikan Dasar, Maxi E Komalig.
Kehadiran jajaran dinas pendidikan ini sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam mengawal peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Pemerintah berharap, hasil dari TKA tahun ini dapat menjadi rujukan utama dalam merancang kebijakan pendidikan ke depan.
Evaluasi berbasis data dinilai penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan sistem pembelajaran yang berjalan saat ini.
Lebih jauh, program ini juga diharapkan mampu menanamkan nilai-nilai disiplin, tanggung jawab, serta integritas kepada siswa sejak dini.
Nilai-nilai tersebut dianggap sebagai fondasi penting dalam membentuk generasi masa depan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Dengan jumlah peserta yang cukup besar dan cakupan wilayah yang luas, pelaksanaan TKA di Minahasa Tenggara menjadi salah satu indikator keseriusan pemerintah daerah dalam membangun sektor pendidikan.
Langkah ini diharapkan mampu melahirkan generasi yang siap menghadapi tantangan global tanpa meninggalkan nilai-nilai moral dan budaya lokal.
















