MinselPeristiwa

Lapas Amurang Bekali WBP Keterampilan Budidaya Ikan Nila Berbasis Bioflok

423
×

Lapas Amurang Bekali WBP Keterampilan Budidaya Ikan Nila Berbasis Bioflok

Sebarkan artikel ini
Lapas Amurang Bekali WBP Keterampilan Budidaya Ikan Nila Berbasis Bioflok

Minsel, PilarAktual.com – LAPAS Kelas III Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, mulai mengembangkan program pembinaan kemandirian berbasis sektor perikanan.

Program tersebut ditandai dengan pembukaan resmi kegiatan budidaya ikan air tawar bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), yang dipusatkan di area pembinaan Lapas Amurang.

Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Lapas Kelas III Amurang sebagai bagian dari upaya pembinaan yang berorientasi pada peningkatan keterampilan produktif.

Melalui program ini, WBP diharapkan memiliki bekal keahlian yang dapat dimanfaatkan setelah mereka menyelesaikan masa pidana dan kembali ke tengah masyarakat.

Budidaya ikan air tawar tersebut terlaksana berkat kerja sama antara Lapas Kelas III Amurang dan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Minahasa Selatan.

Baca Juga :  Kapolres Mitra Keluarkan Imbauan Keamanan Menjelang Pengucapan Syukur

Kolaborasi lintas instansi ini menjadi contoh sinergi dalam mendukung program pemasyarakatan yang tidak hanya berfokus pada pembinaan mental, tetapi juga penguatan keterampilan kerja.

Dalam pelaksanaannya, WBP mendapatkan pelatihan teknis budidaya ikan nila menggunakan metode bioflok.

Metode ini dikenal sebagai sistem budidaya modern yang efisien, ramah lingkungan, serta mampu meningkatkan produktivitas dengan memanfaatkan mikroorganisme untuk menjaga kualitas air.

Materi pembinaan meliputi pengenalan sistem bioflok, teknik pemeliharaan ikan nila, pengelolaan kualitas air, hingga praktik budidaya yang berkelanjutan.

Para peserta juga dibekali pemahaman tentang kedisiplinan, kerja sama, dan tanggung jawab dalam mengelola usaha perikanan secara mandiri.

Kepala Lapas Amurang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak sekadar menjadi sarana pengisian waktu bagi WBP, melainkan bagian dari proses pembentukan karakter dan kemandirian.

Baca Juga :  Tiga Mahasiswa Penerima Beasiswa Kedokteran Boltim Siap Mengabdi, Tanda Tangani Komitmen Bersama Pemkab

Ia menegaskan, keterampilan yang diperoleh di dalam lapas diharapkan dapat menjadi modal ekonomi sekaligus membuka peluang usaha setelah bebas.

Selain berdampak pada peningkatan kapasitas WBP, program ini juga diharapkan mampu mendorong keberhasilan reintegrasi sosial.

Dengan memiliki keahlian yang aplikatif, WBP diharapkan dapat kembali berperan aktif, produktif, dan berkontribusi positif di lingkungan masyarakat.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow