BoltimPemerintahanPeristiwa

Rembuk Stunting dan RKPDes 2026, Kadus Absen di Desa Atoga Langsung Diganti

5421
×

Rembuk Stunting dan RKPDes 2026, Kadus Absen di Desa Atoga Langsung Diganti

Sebarkan artikel ini
Rembuk Stunting dan RKPDes 2026, Kadus Absen di Desa Atoga Langsung Diganti

Boltim, PilarAktual.com – Pemerintah Desa Atoga, Kecamatan Nuangan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), menggelar Musyawarah Desa (Musdes) dengan agenda rembuk stunting dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) tahun 2026, Selasa, (19/08/2025).

Acara tersebut berlangsung dengan penuh diskusi, melibatkan unsur kecamatan, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinkamtibmas Polsek Nuangan, hingga pendamping dana desa.

Kegiatan ini turut didampingi oleh Tenaga Ahli (TA) Bupati Boltim, yakni Koordinator Dian Agreani Mamonto bersama anggota Muh Qodri Posuma.

Kehadiran keduanya memastikan arah kebijakan pembangunan desa tetap sejalan dengan visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Boltim yang telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Baca Juga :  Bupati Batu Bara Pimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Toba 2026

“Pendampingan ini penting agar program desa tidak keluar jalur, serta tetap berpihak pada kebutuhan masyarakat,” jelas Dian di sela kegiatan.

Dalam forum Musdes, muncul catatan terkait kehadiran perangkat desa. Kepala Dusun (Kadus) 2 Desa Atoga, Mirdat Posuma, kembali tidak menghadiri rembuk stunting.

Padahal, forum tersebut menjadi ruang penting bagi semua pemangku kepentingan untuk merumuskan arah pembangunan, terutama terkait penanganan stunting yang menjadi fokus pemerintah pusat maupun daerah.

Sebagai tindak lanjut, Pj Sangadi Atoga Induk, Rahmad Mokoagow, langsung menyerahkan Surat Keputusan (SK) pergantian jabatan Kadus yang absen tersebut.

Pergantian dilakukan di tempat, sebagai bentuk ketegasan sekaligus komitmen pemerintah desa dalam menjaga kedisiplinan aparatnya.

“Perangkat desa harus hadir dan terlibat aktif. Kalau tidak, bagaimana bisa memahami kebutuhan warga? Saya tidak ingin program desa terhambat hanya karena ketidakseriusan aparat,” tegas Rahmad.

Baca Juga :  Hadiri Forum Bisnis dan Pelantikan BPD HIPKA Batu Bara, Bupati Baharuddin Tegaskan Generasi Muda Manfaatkan Potensi yang Ada

Rahmad menambahkan, Musdes bukan sekadar forum seremonial, melainkan ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung.

Karena itu, keterlibatan warga sejak tahap perencanaan menjadi kunci agar program yang lahir benar-benar menjawab kebutuhan di lapangan.

Ia menekankan bahwa fokus pembangunan Desa Atoga tetap diarahkan pada isu strategis, mulai dari penanganan stunting, peningkatan layanan dasar, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

Semua itu harus dirumuskan secara partisipatif dan transparan.

“RKPDes 2026 akan kita susun dengan semangat kebersamaan. Saya ingin masyarakat benar-benar merasa memiliki program ini, karena ujungnya untuk kesejahteraan mereka,” katanya.

Tenaga Ahli Bupati Boltim yang hadir juga memberikan masukan teknis terkait sinkronisasi program.

Baca Juga :  Hadiri RUPS LB Bank SulutGo, Bupati Oskar Manoppo Dukung Penataan Pengurus Sesuai Arahan OJK

Menurut mereka, desa perlu mengedepankan data yang akurat agar perencanaan pembangunan tepat sasaran, khususnya dalam menekan angka stunting.

“Kami mendorong agar desa benar-benar memanfaatkan data, bukan hanya sekadar formalitas laporan. Karena tanpa data, sulit mengukur efektivitas program,” ujar Muh Qodri.

Dengan demikian, Musdes Desa Atoga bukan hanya sebatas forum rutin, tetapi juga momentum untuk memperkuat tata kelola desa yang disiplin, transparan, dan berpihak pada masyarakat.

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow