PilarAktual.com – Masyarakat diimbau untuk semakin waspada terhadap penyebaran tautan mencurigakan (phishing) yang marak beredar melalui aplikasi pesan instan seperti WhatsApp.
Tautan tersebut bukan hanya bisa membobol akun WhatsApp Anda, tetapi juga mengancam keamanan rekening bank secara langsung.
Modus ini semakin canggih dan sering kali dikamuflasekan sebagai pesan penting, undangan, atau bahkan file resmi yang tampak meyakinkan.
Ketika tautan diklik, pelaku siber secara diam-diam menginstal perangkat lunak berbahaya (malware) di ponsel korban.
Skema Penipuan yang Terorganisir
Pakar keamanan siber menyebutkan bahwa tautan jebakan ini biasanya dikirim melalui pesan pribadi atau grup WhatsApp, yang kemudian mengarahkan pengguna ke halaman palsu yang meniru situs resmi.
Dari sana, pelaku bisa mencuri data penting seperti OTP, PIN, hingga informasi login e-banking.
“Begitu Anda klik tautan tersebut dan memasukkan data apa pun, semua informasi bisa dikirim ke server pelaku tanpa disadari,” ungkap Dedy Permadi, pakar keamanan digital.
Tak sedikit pula korban yang kehilangan akses ke akun WhatsApp mereka setelah ponselnya disusupi.
Pelaku lalu menggunakan akun yang telah dibajak untuk menipu kontak korban, meminjam uang, atau menyebarkan lebih banyak tautan jebakan.
Rekening Bank Jadi Sasaran Berikutnya
Selain membajak akun WhatsApp, penjahat siber kini mulai menargetkan aplikasi perbankan. Setelah malware tertanam, pelaku bisa merekam layar atau mencuri kredensial login e-banking.
Dalam beberapa kasus, pelaku bahkan bisa melakukan transaksi tanpa sepengetahuan pemilik akun.
Pihak perbankan telah mengonfirmasi adanya peningkatan laporan kejahatan siber berbasis tautan palsu, dan meminta nasabah untuk tidak sembarangan membuka atau membagikan tautan dari sumber yang tidak dikenal.
Langkah Pencegahan yang Disarankan
Agar tidak menjadi korban, masyarakat diminta untuk:
Tidak mengklik tautan mencurigakan, apalagi yang berasal dari nomor tak dikenal.
Mengaktifkan verifikasi dua langkah di akun WhatsApp.
Rutin memperbarui sistem keamanan ponsel dan aplikasi.
Menginstal aplikasi dari sumber resmi (Play Store atau App Store).
Tidak memberikan kode OTP, PIN, atau password kepada siapa pun, termasuk yang mengaku dari pihak bank.
Polisi siber juga telah membuka kanal pengaduan daring untuk melaporkan aktivitas mencurigakan atau penipuan digital.
Kesadaran Digital Jadi Tembok Pertahanan
Meningkatkan literasi digital menjadi kunci utama menghadapi gelombang serangan siber ini.
Jangan mudah tergoda dengan tautan yang menjanjikan hadiah, undangan digital, atau informasi viral tanpa kejelasan sumber.
“Waspada adalah langkah pertama untuk melindungi data pribadi Anda. Jangan klik sembarang tautan, karena bisa berujung fatal,” pungkas Dedy. ***
















