JAKARTA,PilarAktual.com – Meski Pemilihan Presiden (Pilpres) baru akan dilaksanakan pada tahun 2024, namun sejumlah nama sudah bermunculan.
Bahkan selalu menjadi opini di Jagat media melalui hasil survey, tanpa membahas kompetensi, integritas dan kapabilitas serta pengalaman dari nama-nama Capres-Cawapres yang muncul.
Manariknya lagi rasanya memilih Presiden, perlu kiranya rakyat harus mengetahui semua latar belakang, kemampuan para kandidat tersebut.
Tidak hanya itu, Jati diri Calon presiden harus berani di “kuliti” publik. Namun sangat disayangkan sejumlah nama yang muncul kepermukaan tidak dilengkapi dengan data diri sehingga publik agak kesulitan untuk “menguliti” Nama-nama tersebut.
Kali ini, Anak-anak muda dari berbagai latar belakang ini mencoba menampilkan nama kandidat calon presiden yang tidak mainstream dalam survey.
Nama calon yang coba di inventarisasi dengan kriteria, Profesional selama menjalani karir, bahkan memiliki wawasan dan komitmen kebangsaan yang kuat. Nasionalis sejati, cerdas dan bijak dalam mengambil keputusan.
Selain itu, dibutuhkan seorang calon Presiden yang disegani oleh kawan dan di hormati oleh lawan. Tentu saja, sangat mengerti kehendak dan amanat penderitaan rakyat. Dan semua kriteria itu tidak akan berguna jika kandidat tersebut tidak memiliki integritas.
Kriteria tersebut sangat cocok dengan Budi Gunawan yang saat ini menjadi Kepala Badan Intelijen Negara. Membangun karir di Kepolisian sampai menjadi Jenderal, Budi Gunawan juga sangat matang dalam kancah perpolitikan nasional. Punya kemampuan menghimpun dan mencari jalan tengah dalam perbedaan sehingga mengedepan persatuan menghindari perpecahan.
Melalui Siaran Pers, Juru bicara kelompok anak muda yang menamakan dirinya sebagai Relawan Budi Gunawan, yakni Adi L, mengatakan, Nama Budi Gunawan ini dimunculkan sebagai bentuk keseriusan anak muda. Sebab, banyak nama calon Presiden dimunculkan oleh survey, tetapi masyarakat tidak disuguhi data yang lengkap dari nama-nama tersebut.
“Jika kita dipaksa untuk menelan mentah-mentah nama-nama tersebut dengan label popularitas dan elektabilitas yang munculkan oleh survei,” Jelas Adi.
Menurutnya,kalangan anak muda serius membahas data diri tokoh-tokoh yang layak jadi calon Presiden mendatang.
Ia menuturkan, Capres-Cawapres kriteria dan indikatornya harus jelas, bukan popularitas dan elektabilitas. Karena kita mencari Pemimpin Negara, bukan idola negara Adi.
“Pak Budi Gunawan pun kami belum pernah ketemu, dan kami menamakan diri Relawan Budi Gunawan pun tanpa seizin beliau, namun niat kami baik dan mudah-mudahan pak Budi Gunawan bisa menerima niat baik kami,”Tandas Adi. (Tam/Red)
















