Kalbar

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Ditreskrimsus Polda Kalbar Laksanakan Pers Rilis Jelang Natal 2022 Tahun Baru 2023

172
×

Antisipasi Lonjakan Harga Sembako Ditreskrimsus Polda Kalbar Laksanakan Pers Rilis Jelang Natal 2022 Tahun Baru 2023

Sebarkan artikel ini

Pontianak, PilarAktual.Com – Kepala Bidang Hubungan Masyarakat, Polda Kalbar, Kombes Pol. Raden Petit Wijaya, didampingi Wadirreskrimsus Akbp Sardo MP Sibarani dan Kasubdit 1 Ditreskrimsus Polda Kalbar Kompol Belen Anggara Pratama menggelar pers rilis di Gedung Ditreskrimsus Mapolda Kalbar, dalam kegiatan antisipasi kesiapan dan ketersediaan pangan di Kalbar menjelang Natal 2022 dan Tahun baru 2023, Jumat (23/12/ 2022)

Kabidhumas menyampaikan dalam Pembukaan Konpers terkait kegiatan yang di gelar, di hadiri dari Dinas terkait dalam kegiatan ini diantaranya Satgas Pangan Provinsi Kalbar, Bulog Kalbar , Dishub, Dinas Pertanian,Holtikultura, Perkebunan dan Peternakan.

Dalam rangka rapat koordinasi tentang persiapan ketersediaan pangan khususnya di Provinsi Kalbar, menjelang Natal dan tahun baru, menjaga kwalitas, stabilitas dan kelancaran distribusi bahan pokok menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023 untuk sementara secara garis besar sampai nanti pendistribusian dirasa cukup aman. jelasnya

Baca Juga :  Melalui Festival Melayu Borneo Pontianak 2026, Gubernur Ria Norsan Tegaskan Pentingnya Persatuan

Meskipun ada keterlambatan karena situasi cuaca hujan meskipun demikian kita akan tetap memback-up melalui Kekuatan kekuatan yang ada di kota, Provinsi Kalbar, sampai nanti ketersediaan pangan kita rasa cukup, jangan sampai ada masyarakat yang mendengarkan hoax, isu isu baik itu tentang ketersediaan pangan maupun expired, tidak sesuai kesehatan kita akan melakukan operasi pasar.”ucap Kabidhumas.

Dikesempatan yang sama Bambang Prihatmoko Forum Bulog Kalbar juga menyampaikan menjelang Nataru 2022-2023, stok ketersediaan beras jumlahnya 6.244 ton mencukupi kebutuhan cdp tahun 2022. sisanya 1.608 ton cdp 1,318 dirasa mencukupi sampai sebelum pasar tahun 2023.

Sebelumnya Bulog juga sudah melakukan operasi pasar, penyaluran beras medium ketersedian beras 23.463 ton ,menyalurkan CDP beras bencana alam Kalbar total 542 ton, dan juga melakukan operasi pasar pasar tradisional, di kota Pontianak ,Kubu Raya ,Singkawang dan Sintang.

Lebih lanjut Forum Bulog melakukan penyaluran BPKSS Bansos ke seluruh Kecamatan di seluruh Kota Pontianak ,bekerja sama dengan Pemerintah kota Pontianak mengantisipasi tentang imbas dari kenaikan harga BBM. terangnya.

Baca Juga :  Jasa Raharja Perkuat Kolaborasi Keselamatan Transportasi Hadapi Nataru 2026/2027

Dinas Tanaman pangan dan holtikultura Kalbar dalam rangka ketersediaan pangan sampai 31 Desember ketersediaan pangan aman di Kalbar dan masih surplus sekitar 21.577 ton secara distribusi cukup lancar meskipun beberapa daerah harga beras sedikit naik karna jarak transportasi angkutan, jenis beras medium kisaran harga Rp 9.500 hingga 10.000, ada juga 10.500 hingga 11.000 untuk beras premium ada sedikit kenaikan sedang kan sekarang beberapa jenis BBM Naik.paparnya.

Forum Bulog melakukan penyaluran BPKSS Bansos ke seluruh Kecamatan di seluruh Kota Pontianak ,bekerja sama dengan Pemerintah kota Pontianak mengantisipasi tentang imbas dari kenaikan harga BBM. terangnya.

Kasubdit indak Kompol.Belen Anggara Pratama,Polda Kalbar juga menanggapi, dalam rangka menjamin ketersediaan pangan, dapok dan dapokting di kalbar , menjelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2023.Satgas Pangan mengadakan kegiatan menindak lanjuti informasi dari masyarakat tentang adanya produsen beras yang diduga mengandung pemutih atau klorin.

Baca Juga :  Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Jasa Raharja Perkuat Integritas dan Kepedulian dalam Pelayanan

Kemudian melakukan pengecekan langsung dan penyelidikan di lapangan, mengambil sampling dari beberapa produsen beras di Kalbar. Kemudian memastikan beras di datangkan dari mana, sumbernya dan di distribusikan kemana, setelah dilakukan cek dan diadakan uji laboratorium di Bogor untuk menguji kandungannya, teryata belum ditemukan adanya kandungan pemutih, klorin atau pestisida, atau zat zat yang merugikan atau bahaya, untuk di konsumsi meskipun demikian jika ada informasi tambahan juga akan ditindak lanjuti, untuk sekarang beras yang di edarkan di Kalbar aman dari kandungan bahaya. Pungkasnya (Mia)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow