PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Dinas Sosial Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kembali mendampingi PT. Pos Indonesia, untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) Bahan Bakar Minyak (BBM) dan bantuan Sembako kepada 399 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di wilayah Kecamatan Tutuyan dan Kecamatan Mooat.

Kepala Dinas Sosial Boltim, Drs. Imran Golonda mengatakan, untuk penyaluran BLT BBM dan bantuan sembako di Kecamatan berlangsung di 5 Desa, yakni Desa Kayumoyondi, Togid, Dodap, Dodap Pantai, dan Dodap Mikasa.
Sedangkan, di wilayah Kecamatan Mooat dilaksanakan di Desa Mooat, Bongkudai Baru, Bongkudai Selatan, Bongkudai Utara, Bongkudai Timur, Guaan, Mokitompia, Mototompiaan, Kokapoi dan Kokapoi Timur.

“Untuk penyaluran BLT BBM dan Bantuan Sembako pada hari ini, dilaksanakan di dua wilayah kecamatan berbeda yakni Tutuyan dan Mooat. Totalnya ada 15 Desa, dan kami turut serta dalam penyaluran mendampingi PT. Pos Indonesia cabang Kotamobagu,” ujar Imran, pada Rabu (14/09/2022).
Dia mengemukakan, masing-masing KPM menerima bantuan sebesar Rp 500 ribu. Untuk BLT BBM diserahkan Rp 300 per bulan September dan Oktober. Sedangkan Bantuan Sembako diberikan Rp 200 ribu per bulan September.
“Jadi mengenai besaran bantuan ini merata per KPM. Totalnya Rp 500 ribu yang terdiri dari Rp 300 ribu untuk BLT BBM dan Rp 200 ribu untuk Bantuan Sembako,” sebutnya.

Menariknya, Imran mengatakan, dalam penyaluran tak hanya dilakukan di Kantor Desa, pihak Dinsos Boltim bersama PT Pos juga mengunjungi KPM Lanjut Usia (Lansia) untuk memberikan langsung bantuan kepada penerima manfaat sebagaimana yang disampaikan Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.Sos, M.Si.
“Sebagaimana pesan pak Bupati, untuk para KPM Lansia agar dikunjungi langsung. Jadi ada di beberapa desa, kita mendatangi penerimanya dan langsung memberikan bantuan yakni BLT BBM dan Bantuan Sembako,” ucapnya.
Imran pun berharap, dengan adanya bantuan dari Kementrian Sosial tersebut dapat membantu masyarakat dalam pemenuhan ekonomi paska adanya kenaikan harga BBM bersubsidi.
“Semoga dengan adanya bantuan ini dapat membantu masyarakat yang terdampak kenaikan harga BBM. Adapun masyarakat yang menerima bantuan ini merupakan KPM yang terdaftar dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS),” pungkasnya. (Billy)
















