LABUHA, PilarAktual.com — Beredarnya pemberitaan terkait kunjungan kerja (Kuker) Empat (4) Menteri akan di Kepulauan Obi kabupaten Halmahera selatan Maluku Utara. Kini mendapat respon baik dari berbagai pihak, salah satunya Komunitas Ikatan Canga Muda (ICM) Halmaher Selatan.
Hal itu disampaikan Ketua Ikatan Canga Muda (ICM) Brayen Lajame melalui juru bicara ICM Halsel Rinaldo Dogowini mengatakan, kedatangan Ke empat menteri ini merupakan kesempatan emas bagi ICM Halsel untuk menyampaikan secara langsung bahwa PT. Harita Group dan PT. Wanatiara Persada. Bahwa, sampai detik ini tidak transparan dalam pengelolaan serta realisasi anggaran CSR atau Program Pemberdayaan Masyarakat (PPM) terhadap masyarakat lingkar tambang.
Menurutnya, PT. Harita dan PT. Wanatiara Persada telah diskriminasi perekrutan tenaga kerja terhadap masyarakat lingkar tambang, sejatinya Masyarakat lingkar tambang harus masuk pada kategori skala prioritas dalam perekrutan tenaga kerja. Tujuanya agar dapat mengurangi angka pengangguran di wilayah kepulauan Obi.
” Justru harapan masyarakat di sekitaran lingkar tambang ini sirna, karena pihak perusahaan lebih memilih mendatangkan tenaga kerja kasar alias Asing (WNA) dari pada masyarakat lingkar tambang itu sendiri. Baik itu di bidang pendidikan maupun ekonomi kreatif,” Ujarnya.
Rinaldo sapaan akrabnya menambahkan, permasalahan ini kami sudah cover dan konsepkan secara terstruktur dan tertulis terkait masalah sosial yang di alami oleh masyarakat lingkar tambang. Ini akibat ulah dari hadirnya perusahaan raksasa asing di pulau Obi.
” Kami akan menyampaikan secara langsung dihadapan empat menteri tersebut,” katanya.
Sekedar diketahui, Kedatangan empat Menteri tersbut diantaranya, menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif, dan Menteri Investasi Bidang Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia.
Kedatangan mereka hanya untuk meresmikan Operasi Produksi Fasilitas High Pressure Acid Leach (HPAL) tahap I oleh PT. Halmahera Persada Lygend (PTHPL) di Kepulauan Obi kabupaten Halmahera Selatan Maluku Utara. (Red)
















