Berita Utama

11 Sekolah di Boltim Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka

334
×

11 Sekolah di Boltim Mulai Terapkan Kurikulum Merdeka

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL COM, BOLTIM – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) mulai Tahun ajaran 2022-2023, telah menerapkan kurikulum Merdeka terhadap semua sekolah mulai dari tingkat PAUD, TK, SD, SMP, bahkan SMA/SMK se-Kabupaten Boltim.

Kepala Dikbud Boltim Yusri Damopolii S.Pd MM mengatakan, pendidikan kurikulum Merdeka lebih mengarah pada potensi diri yang melekat dalam diri setiap siswa. Pihak pendidik akan mencoba menumbuh kembangkan potensi yang dimiliki siswa. Kurikulum Merdeka adalah kebijakan pengembangan yang dikeluarkan Kemdikbudristekdikti untuk pembelajaran peserta didik di sekolah.

“Kurikulum ini juga dikenal dengan pembelajaran intrakurikuler yang beragam di mana konten akan lebih optimal agar peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi,” ujar Yusri, ketika ditemui PILARAKTUAL.COM, Rabu (10/08/2022).

Baca Juga :  Tim Wasev Mabes TNI Bersama Forkopimda Labusel Ikuti Paparan Evaluasi Pelaksanaan TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu

Yusri mengatakan, mulai tahun ajaran 2022-2023, beberapa sekolah maupun gugus di Kabupaten Boltim telah melaksanakan penerapan Kurikulum Merdeka dengan opsi mandiri, yakni mandiri belajar, mandiri berubah, dan mandiri berbagi.

“Tercatat sudah 11 sekolah di Boltim telah menerapkan Kurikulum Merdeka secara efektif, yakni Belajar secara efektif, yakni SD Negeri 1 Nuangan, SD Satap Buyandi, SD Negeri 1 Purworedjo Timur, SD Negeri 1 Bangunan Wuwuk, SD Negeri 1 Buyat, TK Tutuyan II, TK Cahaya Kasih Modayag, SMP Negeri 1 Modayag, SMP Satap Lanud, SMP Satap Bukaka, serta SMA Negeri 1 Tutuyan.

“Mulai tahun ajaran baru ini, terdata ada 11 sekolah yang telah menerapkan Kurikulum Merdeka. Kedepan diupayakan semua sekolah di Kabupaten Boltim akan menerapkan Kurikulum Merdeka, dengan harapan agar semua sekolah merata menerapkan Kurikulum ini,” terang Yusri.

Baca Juga :  Di Bawah Komando Babinsa, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Semangat Ratakan Badan Jalan di Dusun Wonosari

Yusri pun mengungkapkan, para guru penggerak di sekolah telah menerapkan Kurikulum Merdeka, berbagi ilmu dengan para guru dan sekolah penggerak lainnya, guna mempersiapkan penerapan kurikulum tersebut di tahun ajaran baru.

“Guru penggerak ini nantinya akan menjadi embrio penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah lainnya, diharapkan dapat diterapkan di semua sekolah di Boltim,” harapnya.

Yusri menambahkan, penerapan Kurikulum Merdeka adalah untuk mengasah minat dan bakat anak sejak dini dengan berfokus pada materi esensial, pengembangan karakter, dan kompetensi peserta didik.

Kata dia, dalam Kurikulum Merdeka, peserta didik tidak akan lagi dipaksa untuk mempelajari mata pelajaran yang bukan menjadi minat utamanya. Akan tetapi peserta didik bisa dengan “merdeka” memilih materi yang ingin dipelajari sesuai minat masing-masing.

Baca Juga :  Plesteran Lantai Teras RTLH Edi Harahap Terus Disempurnakan, Wujudkan Hunian Lebih Rapi melalui Program TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu

“Inti dari Kurikulum Merdeka adalah Merdeka Belajar, yaitu konsep yang dibuat agar siswa bisa mendalami minat dan bakatnya masing-masing,” pungkasnya. (Billy)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow