Peran komunitas digital, influencer, hingga platform media sosial pun tak kalah penting dalam membangun budaya digital yang sehat dan bertanggung jawab.
Pada akhirnya, tantangan terbesar dari tahun politik ini adalah bagaimana masyarakat mampu tetap teguh dalam memilih informasi yang benar di tengah gempuran disinformasi.
Literasi digital adalah benteng utama dalam melindungi masyarakat dari jebakan hoaks yang bisa merusak persatuan, integritas pemilu, dan kepercayaan pada demokrasi.
Ini adalah tanggung jawab bersama yang harus diemban oleh setiap lapisan masyarakat.
Tahun politik ini bukan hanya soal memenangkan pemilu, tetapi juga memenangkan kebenaran dan keadilan dalam setiap narasi yang dibangun.
Lebih dari itu, pentingnya literasi digital juga berdampak pada keberlangsungan demokrasi di Indonesia.
Ketika hoaks berhasil merasuki ruang publik tanpa adanya perlawanan dari masyarakat yang kritis, proses demokrasi bisa terganggu.
Pemilih yang terjebak dalam informasi palsu mungkin membuat keputusan yang salah, bukan berdasarkan fakta atau program kerja kandidat, melainkan karena manipulasi opini yang dilakukan oleh oknum-oknum tak bertanggung jawab.
Selain itu, hoaks juga dapat memecah belah masyarakat.
Polarisasi semakin tajam ketika narasi yang salah dipahami dan diterima sebagai kebenaran oleh sebagian kelompok.
















