Berita Utama

Inovasi Pangan Lokal, KKN FE Universitas Asahan Latih Ibu Rumah Tangga Olah Pepaya Jadi Mie Bisnis

124
×

Inovasi Pangan Lokal, KKN FE Universitas Asahan Latih Ibu Rumah Tangga Olah Pepaya Jadi Mie Bisnis

Sebarkan artikel ini

 

SIMALUNGUN, Pilaraktual.Com — Tim Kuliah Kerja Nyata (KKN) Fakultas Ekonomi Universitas Asahan (FE UNA) menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk Inovasi dan Strategi Bisnis Mie dari Pepaya pada Sabtu, 25 Juli 2026. Pelatihan yang berfokus pada pemberdayaan kelompok ibu rumah tangga ini berlangsung di Aula Nagori Talun Saragih kecamatan Bosar Maligas, kabupaten Simalungun.(21/8/2026)

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Sekretaris Nagori Talun Saragih beserta jajaran dan Gamot. Mewakili Panghulu, kegiatan dibuka secara resmi oleh Gamot III yang mengapresiasi tinggi inisiatif mahasiswa dalam mengoptimalkan potensi pangan lokal setempat.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), H. Abdul Rahman, S.E., M.Pd., M.Si., menekankan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk pengabdian nyata akademisi untuk membantu menggerakkan roda perekonomian berbasis keluarga di Nagori Talun Saragih. Dalam kesempatan tersebut, beliau juga mengajak warga yang memiliki anak atau kerabat yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi untuk mempercayakannya kepada Universitas Asahan. Saat ini, kampus masih membuka penerimaan mahasiswa baru, terkhusus Fakultas Ekonomi yang mengelola empat program studi, yaitu S1 Manajemen, S1 Ekonomi Pembangunan, S1 Bisnis Digital, serta S2 Magister Manajemen.

Baca Juga :  Melalui Sinergi dan Komitmen Bersama, BPN Labuhanbatu Terus Lakukan Percepatan Pelayanan

Sesi edukasi bisnis dipandu langsung oleh narasumber Henky Japina, S.E., M.Si., dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FE UNA sekaligus praktisi. Dalam pemaparannya, beliau membedah potensi komoditas pepaya menjadi produk olahan bernilai tambah, teknik diversifikasi produk pangan, hingga analisis usaha dan strategi pemasaran agar mie pepaya mampu menembus pasar skala rumahan. Beliau juga mengingatkan pentingnya ketelitian dalam menghitung keuntungan. “Pelaku usaha mikro sering kali keliru menganggap selisih pendapatan harian dan biaya operasional sebagai laba bersih, padahal angka tersebut belum dikurangi biaya penyesuaian, seperti contoh biaya penyusutan alat, gaji pemilik, hingga biaya listrik rumah dan lainnya yang harus tetap disisihkan,” tegas Henky.

Tak sekedar teori, para ibu rumah tangga peserta pelatihan diajak mempraktikkan langsung seluruh tahapan pembuatan mie berbasis pepaya, mulai dari penyiapan adonan, pencetakan, hingga teknik pengemasan yang higienis. Menariknya, mie pepaya yang telah jadi kemudian langsung disajikan dalam bentuk hidangan mie ayam untuk dicicipi bersama. Sesi cicip rasa ini membuat para peserta dapat merasakan langsung kelezatan dan tekstur khas dari mie pepaya tersebut. Antusiasme pun kian terlihat tinggi, terutama saat memasuki sesi diskusi mengenai daya tahan simpan produk serta peluang pengembangannya sebagai ide wirausaha baru.

Baca Juga :  Terkait Video Piral Bermain Bilyard, Bupati Dan Kapolres Labuhanbatu:  Hanya Hadiri Bhakti Sosial Sekaligus Grand Opening Capital Pool & Cafe

Melalui program pendampingan ini, tim KKN FE Universitas Asahan berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam memicu lahirnya kelompok wirausaha mandiri di Nagori Talun Saragih. Lebih dari sekadar pelatihan, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong warga untuk terus berinovasi mengolah bahan baku lokal menjadi produk olahan bernilai jual tinggi yang dapat meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga secara berkelanjutan.(admin)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow