PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Sejumlah pemuda di Pulau Obi mendeklarasikan pembentukan Kelompok Petani Milenial di sela-sela kegiatan panen raya padi di Desa Buton, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara, Jumat (25/1/2026).
Terbentuknya Kelompok Petani Milenial ini, ditandai dengan penyerahan SK kepengurusan oleh Camat Obi. Penyerahan SK tersebut turut disaksikan langsung Bupati Halsel, Bassam Kasuba dan tim CSR Harita Nickel.
Dalam kesempatan itu, Bassam mengatakan bahwa tantangan yang dihadapi Kelompok Petani Milenial Obi adalah mengajak generasi muda untuk turun bertani.
“Ini menjadi PR (Pekerjaan Rumah) dan tanggungjawab kita semua. Dan saya berharap, kita sama-sama mengajak dan memotivasi generasi muda kita untuk turun ke sawah, atau ke ladang-ladang pertanian,” ujar Bassam saat sambutan.
Kelompok Petani Milenial Obi, sementara ini beranggotakan 18 orang. Mereka akan menggarap lahan sawah di Desa Buton untuk penanaman padi setelah dilakukan perluasan lahan 100 hektare oleh Harita Nickel melalui program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM).
Bassam mendorong para anggota Petani Milenian Obi tetap konsisten mengembangkan sektor pertanian. Menurut dia, sekarang ini banyak pengusaha teknologi mulai mengalokasikan uangnya untuk pengembangan lahan pertanian.
Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi krisis pangan secara global. Oleh karena itu, profesi petani ke depan menjadi penting untuk dilakoni.
“Anak-anak muda kita memang sedikit bergerak di pertanian, padahal kalau diukur, petani ini penting. Cuma menjadi paradigma yang salah adalah, profesi petani itu dianggap miskin. Padahal hasil pertanian itu sumber pendapatan yang luar biasa,” jelasnya.
Lebih lanjut, Bassam menilai Harita Nickel, industri pertambangan nikel beroperasi di Pulau Obi, bisa menjadi pasar bagi para petani padi. Hanya saja, hasil produksi belum mampu menjawab kebutuhan karyawan perusahaan tersebut.
Ia pun menegaskan bahwa Pemkab Halmahera Selatan tidak akan diam, dan memastikan memberi bantuan alat produksi serta membangun infrastruktur penunjang di sawah.
“Infrastukturnya akan kita lihat, kita akan bangun secara berlahan. Kemudian kita upayakan agar ada bantuan mesin panen, supaya petani tidak lagi memanen padi dengan cara memotong, tapi (panen) harus pakai mesin,” pungkasnya. (**)














