LabuhanbatuSumatra Utara

IGDA Labuhanbatu Dorong Pendidikan Humanis Lewat Seminar Nasional

198
×

IGDA Labuhanbatu Dorong Pendidikan Humanis Lewat Seminar Nasional

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, Labuhanbatu– Ikatan Guru dan Dosen Al-Wasliyah (IGDA) Kabupaten Labuhanbatu menggelar Seminar Nasional di Aula Pendopo Rumah Dinas Bupati Labuhanbatu, Rantauprapat, Jumat (12/12/2025).

Kegiatan ini menjadi ruang diskusi bersama untuk membahas arah baru pendidikan yang lebih bermakna, humanis, dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Seminar tersebut diikuti para guru agama dari lingkungan Dinas Pendidikan serta Kementerian Agama Kabupaten Labuhanbatu. Sejumlah akademisi nasional dan pemangku kebijakan pendidikan turut hadir sebagai narasumber.

Guru Besar UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Mardianto, M.Pd, membuka rangkaian materi dengan paparan mengenai *deep learning*. Ia menekankan bahwa pembelajaran tidak lagi cukup berjalan satu arah, melainkan menuntut peran guru sebagai pendamping yang membantu peserta didik memahami makna belajar.

Baca Juga :  Bupati Maya Hasmita Ajak IDI Labuhanbatu Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Menurut Prof. Mardianto, deep learning bukan semata soal teknologi, tetapi pendekatan pedagogis yang menempatkan peserta didik sebagai subjek pembelajaran. Proses belajar harus mendorong siswa berpikir kritis, berani bertanya, serta mampu mengaitkan pelajaran dengan kehidupan sehari-hari.

“Pembelajaran ideal itu bermakna, sadar, dan menyenangkan,” ujar Mardianto saat menyampaikan materi secara daring.

Sementara itu, Dr. H. Dedi Iskandar Batubara menyoroti tantangan pendidikan nasional yang dinilai masih terlalu berorientasi pada hasil instan. Ia menilai pendidikan saat ini belum sepenuhnya berhasil membangun daya pikir kritis peserta didik.

Ia mendorong agar pendidikan, termasuk pendidikan agama, kembali menempatkan nalar dan logika sebagai fondasi utama. Menurutnya, iman dan karakter yang kuat tumbuh dari proses berpikir yang sehat dan reflektif.

Baca Juga :  Aplikasi SRIKANDI Jadi Fokus, Kantah Labuhanbatu Dorong Administrasi yang Efektif dan Akuntabel

Pada kesempatan yang sama, perwakilan Kementerian Agama RI memaparkan konsep Kurikulum Berbasis Cinta (KBC). Kurikulum ini hadir sebagai penguatan nilai dalam pendidikan, bukan sebagai pengganti kurikulum nasional.

Melalui pendekatan tersebut, madrasah diarahkan menjadi ruang belajar yang aman, inklusif, dan berorientasi pada nilai kemanusiaan. KBC menanamkan cinta kepada Tuhan, ilmu pengetahuan, sesama manusia, lingkungan, serta tanah air.

Materi teknis implementasi KBC disampaikan oleh Rahmad Jamil, S.Ag., M.Pd. Ia menegaskan bahwa nilai cinta harus tampak dalam keseharian sekolah, mulai dari proses pembelajaran, budaya sekolah, hingga keterlibatan orang tua dan masyarakat.

Pada sesi lanjutan, Rahmad Jamil juga membahas pembelajaran mendalam sebagai solusi atas rendahnya kemampuan berpikir tingkat tinggi peserta didik. Pendekatan ini mendorong pembelajaran yang tidak hanya mengejar capaian akademik, tetapi juga membentuk karakter dan kemandirian.

Baca Juga :  Aplikasi SRIKANDI Jadi Fokus, Kantah Labuhanbatu Dorong Administrasi yang Efektif dan Akuntabel

Melalui seminar nasional ini, IKDA Labuhanbatu berharap para guru dapat menerapkan gagasan yang diperoleh dalam praktik pendidikan di sekolah dan madrasah masing-masing. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen bersama dalam mendukung terwujudnya Labuhanbatu Cerdas Bersinar melalui pendidikan yang berkualitas dan berkeadaban. (Afdillah)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow