Mitra, PilarAktual.com – Warga Desa Watuliney dan Molompar, yang terletak di Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), kini bisa bernapas lega.
Situasi yang sempat memanas di dua wilayah ini telah stabil kembali menyusul intervensi langsung dari jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sulawesi Utara (Sulut) yang berkolaborasi erat dengan Bupati Mitra, Ronald Kandoli.
Kunci keberhasilan meredakan tensi terletak pada pelaksanaan dialog strategis yang dihelat pada Senin, 1 Desember 2025.
Pertemuan ini mengumpulkan seluruh elemen kunci masyarakat, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, BKSUA, dan para Hukum Tua, dalam upaya mencari solusi definitif atas isu yang sempat memicu ketegangan.
Bupati Ronald Kandoli menegaskan bahwa rembuk damai ini adalah langkah fundamental yang harus terus dijaga. Ia berkomitmen penuh untuk menjaga keamanan dan ketertiban daerah.
“Kami akan terus menjalin kerja sama yang solid dengan Forkopimda Sulut demi memastikan situasi di Watuliney dan Molompar tetap kondusif, aman, dan terkendali,” ujar Bupati Ronald Kandoli.
Acara penting ini turut dihadiri oleh pejabat tinggi provinsi, menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menyelesaikan masalah akar rumput.
Tampak hadir Kapolda Sulut Irjen. Pol. Dr. Roycke Langie, Wakil Gubernur Victor Mailangkay S.H., M.H., perwakilan Pangdam XIII/Merdeka Kasdam Brigjen TNI Yustinus Nono Julianto, S.H., M.H., dan Wakapolda Brigjen Pol. Awi Setiyono, S.I.K., M.Hum.
Kapolda Irjen. Pol. Dr. Roycke Langie secara tegas menyatakan bahwa kepolisian akan memantau ketat situasi di lokasi tersebut.
Ia menjamin aparat akan mengambil tindakan tanpa pandang bulu terhadap siapa saja yang mencoba mengganggu stabilitas dan ketertiban umum.
Keberhasilan dialog ini juga didukung penuh oleh pimpinan daerah lokal, termasuk Ketua DPRD Mitra Ibu Sofia Antou, S.E., Kapolres Mitra AKBP Handoko Sanjaya, S.I.K., M.Han., Dandim 1302/Minahasa Letkol Inf. Bonaventura Ageng Santoso, serta Wakil Bupati Bapak Fredy Tuda.
Kolaborasi ini menandakan komitmen kuat semua pihak untuk menjaga kedamaian di Minahasa Tenggara.
















