LabuhanbatuSumatra Utara

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Rantauprapat Ubah Lahan Kosong Jadi Area Produktif

126
×

Dukung Program Ketahanan Pangan Nasional, Lapas Rantauprapat Ubah Lahan Kosong Jadi Area Produktif

Sebarkan artikel ini

Pilaraktual.com,Rantauprapat — Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan nasional serta mengimplementasikan arahan strategis Presiden Republik Indonesia dalam Program Asta Cita, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat mengambil langkah nyata dengan menyulap lahan kosong menjadi area produktif. Upaya ini juga sejalan dengan program akselerasi yang digagas oleh Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Sabtu (14/09).

Kepala Lapas Kelas IIA Rantauprapat, Khairul Bahri Siregar menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) melalui aktivitas produktif sekaligus mendukung ketahanan pangan di lingkungan internal maupun eksternal. Sabtu (13/09).

Lapas Rantauprapat berkomitmen untuk menjadikan Lapas bukan hanya sebagai tempat pembinaan, tetapi juga sebagai pusat kegiatan ekonomi dan kemandirian. Pemanfaatan lahan menjadi area pertanian dan peternakan merupakan bentuk konkret Lapas dalam mendukung misi Presiden melalui Asta Cita serta program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan.

Baca Juga :  Aplikasi SRIKANDI Jadi Fokus, Kantah Labuhanbatu Dorong Administrasi yang Efektif dan Akuntabel

“Pemanfaatan lahan menjadi area pertanian dan peternakan merupakan bentuk konkret kami dalam mendukung misi Presiden melalui Asta Cita serta program Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan,” ungkap Kalapas.

Sebagai bentuk dukungan terhadap program pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan nasional, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Rantauprapat terus berinovasi dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki. Salah satu langkah nyata yang telah dilakukan adalah mengubah lahan kosong di lingkungan Lapas menjadi area produktif melalui kegiatan pertanian terpadu.

Selain tanaman pangan, Lapas Kelas IIA Rantauprapat juga mengembangkan peternakan skala kecil seperti ayam dan ikan lele melalui sistem bioflok. Seluruh kegiatan pertanian dan peternakan ini melibatkan warga binaan secara aktif, mulai dari tahap pengolahan lahan, penanaman, pemeliharaan, hingga panen. Hal ini tidak hanya memberikan bekal keterampilan kepada warga binaan, tetapi juga menjadi sarana pembinaan mental dan karakter agar siap kembali ke masyarakat. (Erni Manja)

Baca Juga :  Bupati Maya Hasmita Ajak IDI Labuhanbatu Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Kesehatan

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow