PILARAKTUAL.COM, LABUHA – Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Izzuddin Alqassam Kasuba, melakukan kunjungan kerja (Kuker) ke Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).
Dalam Kuker ini, agenda utama wakil rakyat dari Dapil Malut itu memperkuat semangat kebangsaan dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal berbasis UMKM.
Kuker Alqassam, dirangkaikan dengan agenda pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Halsel di aula Kantor Bupati Halsel, Senin (4/8).
Pada kesempatan itu, Alqassam menyerukan pentingnya revitalisasi nilai-nilai empat pilar kebangsaan yakni Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.
Adik kandung Bupati Halsel ini juga menekankan bahwa nilai-nilai tersebut harus menjadi pedoman utama di tengah tantangan era modern.
“Empat pilar bukan sekadar hafalan di kepala, ini adalah nafas kebangsaan yang harus kita rawat dalam tindakan nyata, terlebih di daerah yang kaya akan keunikan budaya dan potensi seperti Halsel,” ujarnya.
Tak hanya soal kebangsaan, Alqassam juga menyoroti urgensi penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan UMKM. Politisi PKS ini menilai sektor tersebut sebagai pondasi penting dalam membangun ketahanan ekonomi daerah.
Salah satu contoh yang disorot adalah produk lokal kerupuk kamplang dari UMKM Putri Bajo. Cemilian tradisional khas Halsel ini memiliki cita rasa unik dan daya jual tinggi.
Menurut Alqassam, kerupuk kamplang yang diproduksi UMKM Putri Bajo memiliki peluang besar menembus pasar nasional jika mendapat pembinaan yang tepat dan akses pasar yang lebih luas.
“UMKM seperti ini bukan sekadar usaha keluarga, ini identitas daerah. Kita harus bantu mereka naik kelas agar bisa menjadi wajah ekonomi lokal yang membanggakan,” tuturnya.
Lebih lanjut, Alqassam berharap HIPMI Halsel dapat menjadi penghubung strategis antara pelaku usaha muda dan pemerintah daerah. Ia pun meminta HIPMI harus hadir bukan hanya sebagai organisasi, tetapi sebagai solusi.
“Jadilah lokomotif perubahan dan ajak semua pihak berkolaborasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan,” imbuhnya.
Alqassam turut menyinggung potensi pariwisata Halsel, salah satunya Pulau Widi yang dinilainya memiliki daya tarik kelas dunia. Ia mendorong agar pengembangan Pulau Widi dilakukan dengan pendekatan berkelanjutan.
“Pulau Widi bukan hanya tentang pantai dan pasir putih, tapi tentang warisan alam dan kearifan lokal. Jika dikelola secara profesional, ia bisa menjadi ikon pariwisata unggulan Maluku Utara yang dikenal secara global,” tutupnya. (*)
















