DBD dikenal sebagai penyakit yang berisiko tinggi menyerang berbagai kelompok usia, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua. Kondisi ini mendorong keprihatinan dari Sekretaris Komisi III DPRD Kota Kotamobagu, Refly Setiawan Mamonto.
Refly menyampaikan, berdasarkan informasi dan rilis terbaru dari BMKG Sulawesi Utara terkait cuaca ekstrem dan anomali iklim, pihaknya mengimbau Dinas Kesehatan Kotamobagu untuk lebih proaktif melakukan pemantauan serta langkah antisipatif terhadap perkembangan kasus DBD, terutama di kalangan balita dan lansia yang lebih rentan.
“Cuaca ekstrem ini bisa memicu lonjakan kasus DBD. Dinas Kesehatan harus cepat mengambil langkah pencegahan, seperti fogging, sosialisasi pemberantasan sarang nyamuk (PSN), serta edukasi kepada masyarakat,” tegas Refly kepada media ini, Senin (11/5/2025).
Ia juga menekankan bahwa perubahan cuaca tak hanya membawa hujan dan angin kencang, tetapi juga dapat meningkatkan potensi penyebaran penyakit berbahaya seperti DBD, yang bisa menjadi ancaman serius di tengah masyarakat.
“Pemerintah harus bergerak cepat sebelum kasus ini menyebar lebih luas,” pungkasnya.
















