Boltim, PilarAktual.com – PT Arafura Surya Alam (PT ASA), perusahaan tambang emas yang beroperasi di Kecamatan Kotabunan, Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, mengambil langkah proaktif dalam memastikan masa depan lingkungan dan sosial di wilayah operasionalnya.
Dalam sebuah Konsultasi Publik terkait Rencana Pascatambang (RPT) Blok Doup, PT ASA menggandeng masyarakat setempat untuk berdiskusi dan memberikan masukan terhadap program pemulihan pascatambang.
Kegiatan ini melibatkan perwakilan dari 15 desa sekitar tambang, terdiri dari kepala desa, sekretaris desa, anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD), serta tokoh masyarakat.
Partisipasi aktif mereka menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perusahaan dan komunitas lokal dalam menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Pada kesempatan ini, PT ASA memaparkan tahapan strategis dalam rencana pascatambang, termasuk persiapan, pelaksanaan, pemantauan, dan pelaporan.
Dimana, salah satu sorotan utama adalah upaya reklamasi lahan bekas tambang agar dapat dimanfaatkan kembali, baik untuk pertanian, kehutanan, maupun sektor lain yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Kepala Teknik Tambang (KTT) PT ASA, Yusransyah, menegaskan bahwa perusahaan tidak hanya berkomitmen untuk memenuhi regulasi, tetapi juga ingin memastikan bahwa dampak operasional tambang dapat dikelola dengan baik demi keberlanjutan lingkungan dan ekonomi warga setempat.
āKegiatan ini bukan hanya sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga komitmen kami dalam menjalankan praktik pertambangan yang bertanggung jawab. Kami ingin mendengar langsung aspirasi masyarakat agar rencana pascatambang dapat benar-benar bermanfaat,ā ujar Yusransyah.
Dalam sesi diskusi, warga menyampaikan berbagai harapan dan masukan, seperti pentingnya kepastian pemanfaatan lahan pascatambang untuk sektor produktif yang dapat menopang perekonomian lokal.
Beberapa usulan mencakup pengembangan ekowisata, agroforestri, serta pemberdayaan masyarakat melalui program pelatihan keterampilan.
Sekretaris Daerah (Sekda) Bolaang Mongondow Timur, Sonny Waroka, turut hadir dan memberikan apresiasi terhadap inisiatif PT ASA.
Menurutnya, keterlibatan masyarakat dalam penyusunan rencana pascatambang adalah langkah maju yang menunjukkan kepedulian perusahaan terhadap lingkungan dan kesejahteraan warga.
āSaya mengapresiasi PT ASA yang sejak awal telah memikirkan kesinambungan ekonomi dan lingkungan setelah tambang tidak lagi beroperasi. Saya berharap program Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM) dapat menjadi katalisator bagi kemandirian ekonomi masyarakat,ā ungkap Sonny Waroka.
Dengan adanya konsultasi publik ini, PT ASA menegaskan komitmennya untuk terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat guna memastikan bahwa rencana pascatambang berjalan dengan baik dan memberikan manfaat nyata bagi semua pihak. (*)
















