Berita Utama

Mununjang Rencana Pengamanan Air Minum di Halsel, Ini Penjelasan Dirut PDAM

432
×

Mununjang Rencana Pengamanan Air Minum di Halsel, Ini Penjelasan Dirut PDAM

Sebarkan artikel ini

MALUT, PilarAktual.com – Untuk menunjang rencana pengamanan Air minum. Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Halmhera Selatan telah mengoperasikan sarana pegembangan sumber air kali papaloang yang telah di bangun Oleh Balai Wilayah Sungai (BWS) Provinsi Maluku Utara.

“Kemarin hari pada jumat 30 september 2022 telah dilakukan pekerjaan terakhir yakni kenectoin jembatan pipa diameter 315 mm (12 inci) yang mebutuhkan waktu selama 5 Jam terhitung mulai dari pukul 15.00 WIT hingga pada pukul 20.00. WIT,” Ungkap Direktur PDAM Halsel, Suleman Bobote Kepada wartawan, Sabtu (01/10/2022)

Menurutnya, Awalnya, jadwal yang tetapkan atas pekerjaan tersebut di pagi hari, namun pertimbagan kebutuhan pemakaian air sehingga puncaknya dirubah pada hari jumat dan dilakukan selesai Sholat Jum’at,

“Alhamdulillah semuanya berjalan sesuai dengan scedul yang ditetapkan PDAM Halsel,” Ujar Dirut.

Foto Istimewa.

Dijelaskan Suleman, Terkait jalur distribusi ini adalah pelayanan pada zona ketinggian atau zona elefasi di atas 100 MPDL, atau berdekatan dengana lokasi area perkantoran. Lokasi tersebut yakni, mulai dari kantor Rutan kampung makian, Kantor kodim, Kantor Bupati, Kantor Polres, DPRD, Mesjid Raya, Desa hidyat puncak dan RSUD Marabose.

Baca Juga :  Gotong Royong Angkut Material, Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Bersama Warga Percepat Pembangunan Rumah

“Semoga beropersinya kapasitas sumber Air yang baru ini bisa mengakomodir kebutuhan- kebutuhan pelayanan program MBR. Sebagaimana pemerintah daerah melalui Bupati Halsel telah mengajukan surat minat ke Pemerintah pusat sebanyak 800 Sambungan Rumah (SR) di tahun 2023 untuk peningkaatan cakupan pelayananan Air bersih di Halmahera Selatan,” Jelas Dirut.

Dirut menegaskan, terkait penetapan tarif yang akan di berlakukan pada 1 oktober 2022 hari ini, PDAM Halsel akan melihat berapa jauh bakal meraih labah di tahun 2023 mendatang.

Lebih lanjut kata Soleman (direktur), dalam kajian mereka dengan kenaikan 35 – 36 persen di tahun 2022 pastinya, PDAM Halsel belum bisa meraih Labah. Sebab kenapa, karna selama 16 tahun PDAM tidak pernah melakukan peyesuaian tarif,

Baca Juga :  Kerjasama Personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Pasang Kunci Pintu Rumah Bapak Suroto

“Tentu dalam kajian kami seharusnya kenaikan tahun ini presentasinya harus 45 % agar PDAM dapat memperoleh labah. Akan tetapi tidak mugkin dilakukan karena pastinya sangat membebani masyarakat apalagi ada kenaikan BBM di tanggal 2 septeber kemarin,” Cetusnya.

Dikatakan Dirut, dalam merangcang tarif, jauh sebelumnya PDAM sudah lebih mempertimbangkan faktor keadilan dan kemampuan membayar masyarakat, ini yang menjadi suatu tantangan untuk kami.

“Karena labah rugi PDAM sampai 2021 sudah mencapai 38 milyar dan di tahun 2022 pasti akan mencapai di angka diatas 40 miliyar, maka 2 tahun terakhir ini tren labah rugi perusahan menurun, tapi blm terlalu signifikan. Nanti kita melihat hasil laporan BPKP di tahun buku 2022 ini, dengan penetapan tarif baru ini PDAM memperoleh labah satu tahun 1 milyar, tinggal dikalikan saja 40 miliyar. berarti kita butuhkan waktu 40 tahun untuk menghilangkan laporan laba rugi dan ini sebuah tantangan bagi PDAM Halsel,” Ucap Suleman.

Baca Juga :  Kebersamaan dan Kekompakan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Rehat Sejenak untuk Kembali Bersemangat Membangun Rumah Pak Suroto

Meski Begitu, kata Suleman, penetapan tarif hari ini tujuanya adalah untuk menindak lajuti rekomendasi Auditor guna menekan laba rugi perusahaan serta perbaikan biaya (Cost Recavery) untuk menjaga kelangsungan sebuah usaha dan peningkatan mutupelayanan terutama kualiatas air. Walaupun dalam tren laba rugi perusahan menurun 3 tahun terakir yakni tahun 2019 laba rugi perusahaan mencapai RP. 5.694.743.652 menurun di tahun 2021 Rp. 4.298.726.619.

Terkait tarif menguntungkan ( full cost Recaferi) nanti di rancang kembali dalam rencana bisnis (Renbis PDAM) di akhir tahun ini.

“Olehnya itu, pihaknya berharap kepada semua pelanggan agar lebih melakukan penghematan dalam penggunaan Air agar tidak terlalu membebani kapasitas sistim instalasi pengolahan yang tersedia pada PDAM sehingga pelayanan dalam hal kapasitas kuwantitas serta kualaitas yang bisah kita capai,” Pintanya. (Red)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow