Berita UtamaBoltim

Akibat Atraksi Erotis Siswi Pasca Lomba Drumband, Dua Kepsek di Boltim Dicopot

346
×

Akibat Atraksi Erotis Siswi Pasca Lomba Drumband, Dua Kepsek di Boltim Dicopot

Sebarkan artikel ini

PILARAKTUAL.COM, BOLTIM – Beredarnya video atraksi erotis sejumlah siswa (mayoret, red) saat mengikuti lomba drumband tingkat SD-SMP se-Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) pada tanggal 15 Agustus 2022, berbuntut pada pencopotan dua Kepala Sekolah (Kepsek) sebagai penanggung jawab.

Tindakan tegas diambil Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto S.Sos M.Si, dengan melakukan penggantian terhadap Kepala SMP Negeri Daerah Kotabunan yakni, Lutfi Bazmul S.Pd dan Kepala SMP Negeri 3 Tutuyan Unggu Altje Saroinsong S.Pd.

Bupati kepada awak media mengatakan, viralnya video tarian erotis siswi SMP menjadi sebuah pembelajaran bagi seluruh guru pendidik di Kabupaten Boltim agar lebih menanamkan etika dan moral kepada siswanya.

Apalagi, sekarang Pemkab Boltim sedang menggali dan gencar merepresentasikan budaya sebagai warisan dan sejarah leluhur Kabupaten Boltim. Namun dengan adanya kejadian ini tentu dapat merusak citra Boltim dikalangan masyarakat Sulawesi Utara (Sulut), bahkan se-Indonesia.

Baca Juga :  Aksi Sigap Personel Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu Perbaiki Dinding Rumah Bapak Edi Harahap

“Keputusan ini adalah langkah cepat dari pihak pemerintah daerah. Mungkin persoalan ini hanya dipandang kecil, tetapi untuk dapat memulihkannya butuh proses waktu yang sangat panjang,” kata Bupati.

Menurutnya, apa yang telah terjadi tidak serta merta disalahkan kepada siswi, tetapi lebih mengarah pada guru. Guru adalah penanggung jawab, karena guru yang mengajarkan siswanya tentang moral, etika dan sopan santun.

“Sesuatu yang terjadi di bawah anak didiknya, guru lah yang bertanggung jawab. Kalau guru tidak bisa bertanggung jawab, maka Kepala Dinasnya. Kalau kepala dinas juga tidak bisa, maka Sekretaris Daerah (Sekda) sebagai panglima Pegawai Negeri Sipil (PNS),” tegasnya.

Mantan Ketua DPRD Boltim itu pun mengakui, bahwa dirinya sangat menyesalkan dengan terjadinya aksi tidak terpuji tersebut. Apalagi aksi yang seharusnya tidak layak dipertontonkan kepada masyarakat, malah terjadi saat momentum peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang begitu sangat sakral.

Baca Juga :  Hangatnya Kebersamaan Satgas TMMD ke-130 Kodim 0209/Labuhanbatu, Rehat Sejenak Sambil Menikmati Kopi di Lokasi Pembangunan Rumah Pak Suroto

“Degradasi moral saat ini sangat luar biasa. Apalagi dengan perkembangan tekhnologi yang semakin maju, pastinya bisa cepat hancur generasi kita bila dibiarkan. Nanti semua kepsek dan guru diberikan Bimtek oleh para Asisten. Tolong diajarkan lagi bagaimana soal perilaku pendidik dan wawasan kebangsaan,” tandasnya. (Billy)

Ikuti Saluran PilarAktual.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow