Kejati Malut,Terus Telusuri Siapa Aktor Utama Pembangunan Jalan Dan Jembatan Sayong Yaba

Foto Istimewa:Kasih penkum Apris Risman ligua/ Rustam (PA) 
TERNATE,PilarAktual.com – Tim Penyelidik Tindak Pidana Korupsi Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara masih (Malut) terus menelusuri siapa aktor utama Kasus dugaan tindak pidana korupsi proyek pembangunan jalan Sayoang Yaba, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) tahun 2015 yang diduga merugikan keuangan negara sebesar Rp 49,5 miliar.
Kepala Kejaksaan Tinggi Maluku Utara Yudhi Sototo melalui Kasih penkum Apris Risman ligua ketika ditemui wartawan PilarAktual.com Selasa (13/8/2019) menyampaikan. kasus dugaan tindak pidana pembangunan jalan dan jembatan sayoang yaba Halsel masih terus berlanjut.
Lanjut lagi. Kata Apris, Untuk status kasus Sayong yaba sudah naik dari tahap penyelidikan ke tahap penyidikan. Untuk itu, saat ini penyidik masih tetap fokus menelusuri siapa aktor utama dibalik kasus tersebut.
Dia (Apris) menjelaskan, dalam kasus ini masih ada pihak lain yang dipanggil untuk dimintai keterangan Pihak lain yang dimaksud adalah orang lain yang akan dipanggil menjadi saksi adapula yang sudah dimintai keterangan sebelumnya akan dipanggil kembali untuk dimintai keterangan tambahan.
Meski demikian, ditanya soal informasi yang beredar dalam waktu dekat ini penyidik akan melakukan gelar penetapan tersangka kasus jalan dan jembatan sayoang yaba itu. Namun pria kelahiran jailolo itu menampik dan tidak membeberkan waktu gelar kasus tersebut.
“Soal informasi waktu gelar penetapan belum mengetahui pasti, tetapi nanti dicek dulu. Sebab perkembangannya masih tahap sidik,”Ujarnya.
Apris menuturkan, Dalam penyidikan suatu kasus korupsi adalah tindakan penyidik untuk melakukan pemeriksaan. Jika ditemukan ada tindak pidana maka akan dicari tahu siapa aktor yang paling bertanggungbjawab kasus korupsi jalan dan jembatan sayong yaba di halsel itu.
“Jadi proses yang akan menenutukan siapa tersangkanya. Proses itu bisa diawal, dan biasa juga ditengah maupun pada akhir proses. Karena nanti akan disimpulkan dari hasil proses penyidikan siapa dalang tersangkanya,”Katanya.
Apris Risman juga menambahkan, Untuk penetapan tersangka dalam satu kasus nantinya melalui pengajuan tim penyidik ke pimpinan sehingga akan dimulainya gelar. Sebab, menetapkan seseorang tersangka itu lebih berhati-hati.
“Dan proses tetap jalan, terkait penetapan tersangka itu nanti dilihat pada hasil gelar ,”Cetusnya Apris. (Red)