Sekertaris GPM Malut, Desak Proses Penyelesaian Tapal Batas Di Percepatkan

Foto Istimewa: Yuslan Gani Sekertaris GPM Malut
TERNATE, PilarAktual.com- Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Dan Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Provinsi Maluku Utara (Malut) kembali mendesak terkait denga Proses penyelesaian tapal batas diantara Desa Tului dan Desa toseho. Kecamatan Oba Kota Tidore Kepulawan yang sampai sejauh ini belum ada titik terangnya. Dan proses penyelesaian ini harus di percepatkan.
Hal ini dibeberkan Sekertaris Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Malut, Yuslan Gani, Kepada PilarAktual.com, minggu (8/9/2019) Mengatakan. Sebenarnya ini ada apa dan maunya pemerinta kota tidore kepeluaan (tikep) itu apa. Ko, sampai saat ini tidak ada yang menyelesaikan tapal batas diantra dua Desa tersebut.
“Padahal masala tapal batas ini sudah lama sengketa antara dua Desa ini, kerena dengan masala inilah suda terjadinya konflik berulang-ulang kali. dan sampai saat ini pemerintah tikep tidak mengambil sikap tegas untuk menyelesaikan tapal batas.”Bebernya. 
Yuslan juga Mengutarakan. Bahwa Pemerintah tikep saat ini dibawa kepemimpinan Kapten Ali Ibrahim selaku walikota Tikep, Saat ini hanya memeberikan janji atas penyelesayan tapal batas tersebut, dan iini Ada apa sebenarnya,  Namun sebelum Pemilihan Legislatif walikota sempat disampaikan di salah satu media, bahwa proses penyelesaian tapal batas itu akan diselesaika disaat selesainya pemilihan Legislatif, 
” karena itu sampai saat ini suda memasuki Pemilihan Walikota 2020-2025 mendatang, ini tidak ada titik terangnya sengketa tabal batas. Perlu kami ingatkan jangan sampai terjadinya sengketa tapal batas kedua kali anatara dua Desa itu kembali lagi, lalu pemkot tikep dengan sengaja mendiamkan. dan ini semestinya pemkot tikep harus ada proses penyelesaian tapal batas,  jangan terkesan pemkot jadikan dua Desa sebagai lahan politiknya disaat momentum Politik mendatang.”Tuturnya.
Yuslan juga menegaskan. Untuk itu perlu kami tegaskan kepada pemkot tikep agar lebih seriusi menyelesaikan masala dua Desa ini, dan lebih hususnya walikota dan wakil walikota. Agar secepanya menyelesaikan sengketa tapal batas kedua Desa itu, Karena ini suda menjadi keresahan masyrakat kedua Desa saat ini dan jangan sampai terkesan proses penyelesaiaannya tapal batas itu terlalu lamah diselesaikan.
” Ini perlu kami pertanyakan lagi terkait dengan pemebentukan Tim penyelesaian tapal batas di antara dua Desa tersebut, karena pada awalnya konflik antara kedua Desa itu terjadi, dimana fungsi mereka sebagai tim, Dan namun sampai sejauh ini tidak ada titik terang soal sengketa tapal batas, Jikalau kemudian sengketa tapal batas antara kedua Desa ini secepatnya tidak di selesaikan. Maka kami akan melakukan Aksi besar-besaran didepan kantor walikota tidore.”Tegas Sekertaris GMP Malut ini.
Diketahui lagi, sehingga berita ini di publis pemerintah Kota tidore kepulauan (Pemkot- Tikep) belum dikonfirmasi. (Red)