TERNATE, PilarAktual.com – Kepolisian Daerah Polda Provinsi Maluku Utara (Malut) melalui Direktorat Reserse Kriminal Umum, Bakal menghentikan proses penyidikan Soal dugaan tindak pidana pemalsuan Ijazah atau menggunakan Ijazah palsu, yang diduga dilakukan oleh H. Usman Sidik untuk mendaftar sebagai Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Kuasa Hukum Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Rahim Yasin, SH. MH saat ditemui wartawan, Minggu (1/11/2020) mengatakan, Polda Maluku Utara dalam waktu dekat akan SP3 atau menghentikan kasus Ijazah palsu Cabup Bupati Halsel Usman Sidik.

Pasalnya, terkait dengan laporan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara Imam Mahdi melalui kuasa hukumnya Muhammad Konoras, SH, bahwa laporan Alumni Terbaik Muhammadiyah, Usman Sidik ke Polda atas dugaan tindak pemalsuan, itu tidak benar.

Baca Juga :   Diawali TNI, Bantuan Sembako dan Pengobatan Gratis Diberikan Bagi Warga Nusawungu Terdampak Banjir

Menurutnya Rahim, setelah Polda melakaukan penyidikan soal kasus tersebut, ternyata kasusnya tidak ditemukan adanya tindak pidana atau tidak cukup bukti yang selama ini dituduhkan kepada Cabup Bupati Usman Sidik, yang merupakan alumni terbaik SMA Muhammadiyah Kota Ternate.

“Ole sebab itu, tidak ada yang namanya pemalsuan, Izajah Usman Sidik itu asli dan yang bersangkutan pernah mengikuti ujian di SMA Muhammadiyah Kota Ternate,” kata Rahim Yasin.

Kemudian terkait SP3 kata Rahim bahwa, kasusnya akan ditutup, namun kelanjutannya secara normatif akan dikeluarkan dalam gelar nanti, bahwa kasusnya tidak cukup bukti dan akan ditutup.

Untuk itu, sebagai Kuasa Hukum, dirinya meminta masyarakat Maluku Utara, kususnya masyarakat Halsel bahwa kasus ini akan selesai, karena Polda Maluku Utara sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi, bahwa kasus yang dilaporkan itu bohong dan hanya dimainkan oleh lawan-lawan politik.

Baca Juga :   Mangkir Klarifikasi, Bawaslu Layangkan Udangan Klarifikasi Kedua

“Kami minta kepada masyarakat Halmahera Selatan bahwa kasus Ijazah palsu itu tidak benar dan bohong, dimana Polda Malut akan menghentikan kasusnya. Kasus ini hanya dimainkan oleh lawan politik yang sengaja ingin menggagalkan Usman Sidik untuk bertarung dalam Pilkada Halsel,” ucapnya.

Sementara itu, Direktur Ditreskrimum Polda Malut, Kombes (Pol) Dwi Hindarwana saat dihubungi melalui via handphone malam tadi tidak memberikan jawaban, apakah kasusnya dihentikan atau tidak.

“Nanti saja ya setelah saya balik dari Jakarta akan saya sampaikan,”ujarnya. (Tam/Red)