HALSEL, PilarAktual.com – Perpanjang waktu penutupan akses masuk wilayah hingga tanggal 5 Juni yang sebelumnya ditetapkan tanggal 17 Mei hingga pada 27  mei 2020 untuk memutus mata rantai Corona Virus/Covid 19 oleh Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan membuat para motoris Sped Len Makian – Ternate mengeluh.

Menurut Salah satu ABK sped Baot Arahman, bahwa kebijakan yang dikelurkan oleh pemerintah daerah Halmahera Selatan ini dapat mempengaruhi roda perekonomian. Sebab, transportasi laut Sped Baot telah dibatasi.

” Sebelumnya pemerintah daerah kabupaten Halsel telah menetapkan penutupan transportasi pelayaran laut kami sudah mengikuti dengan waktu yang ditetapkan sejak tanggal 17 Mei hingga sampai pada 27 mei. Namun ini tiba-tiba di perpanjangan lagi,”Keluhnya.

Baca Juga :   Batituud Koramil 14 Cimanggu Ikut Serta Mensosialisasikan Peningkatan Kapasitas Aparatur Desa Karangreja

Dijelaskannya lagi, perpanjangan penutupan ini tentunya sudah dapat berpengaruh atas kehilangan pekerjaan kami.

“Seharusnya pihak pemerintah Daerah dalam hal bupati kabupaten Halsel serta dinas Perhubungan Kabupaten Halmahera selatan harus melakukan sosialisasi kepada para sejumlah ABK Sped yang berada di kecamatan pulau makian. Karena aturan tanggal penetapan yang di tetapkan sebelumnya kami sudah ikuti tampa ada jaminan terhadap sejumlah ABK Sped,” ungkapnya.

Ia pun menjabarkan, mestinya Pemda halsel juga berlakukan sama seperti Pemda Tikep. Dimana, Aktivitas transportasi laut seperti sped Baot rute Ternate -Rum Tidore dan Rum- Ternate meski di stopkan, namun Pemda telah memberikan jaminan bagi para Motoris/ABK. Hal itu agar seluruh aturan yang diberlakukan oleh pemerintah dapat dipatuhi.

Baca Juga :   Baru Sehari Berkantor, Kajati Malut Tegaskan Tak Suka Main-Main Dengan Penegakan Hukum

“pihak pemerintah kabupaten halsel seharunya memberlakukan hal yang sama seperti pemerintah kota tidore memberlakukan para sejumlah ABK sped di tidore-ternate,  karena pihak pemerintah kota tidore telah memberikan jaminan terhadap mereka. Sementara kami (red) sejumlah ABK Sped di kecamatan pulau makian saat ini ditetapkan penutupan transportasi laut dan di perpanjang hingga pada 5 Juni tetapi pemerintah kabupaten halsel tidak diberikan jaminan apapun kepada kami,” bebernya.

Sementara itu Sulham yang juga merupakan motoris Spid boad KM. Pulau Kenari menyampaikan, perpanjangan penutupan transportasi laut tersebut, seharunya sebelum lebaran itu suda diumumkan sehingga para motoris juga tahu.

“hari ini suda jatuh pada batas tanggal penutupan. Pihak pemerintah daerah (pemdah) Halsel tiba- tiba memperpanjang waktu hingga sampai pada 5 Juni. kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah kabupaten Halsel tersebut sudah membuat kami merasa sangat dirugikan,”Ujarnya. (Red)

Baca Juga :   Bupati Zahir : Pejabat Yang Dilantik Kiranya Dapat Melakukan Inovasi