Pengerjaan Sedang Berjalan, Jalan Simpang Gambus – Kedai Sianam Sudah Rusak

0
33

BATU BARA, PilarAktual.com – Peningkatan ruas jalan simpang Gambus – Kedai Sianam (Ruas Jalan No. 034) (PEN) Kecamatan Lima Puluh, nomor kontrak 1608676/PK/PPK/ SP/DPUPR-BB/2020 senilai Rp 11.452.713.718,47 sumber APBD-P yang dikerjakan oleh PT. Merangin Karya Sejati pengerjaan sedang berjalan, namun kini kondisi jalan sudah kopak kapik alias rusak.

Dari pantauan media, Pengerjaan peningkatan ruas jalan (hotmix) dengan masa pengerjaan 30 hari itu sudah mengalami keretakan, terkupas dan ditambal.

Konfirmasi Wartawan Selasa (29/12) Kepada PPK Dinas PUPR Kabupaten Batubara, Faisal membenarkan kondisi jalan yang sedang di kerjakan sudah mengalami kerusakan.

Menurut Faisal, peningkatan Ruas Jalan Simpang Gambus – Kedai Sianam sepanjang 5m X 5300m ada dua titik yang kondisinya kopak kapik, tapi itu sudah dilakukan perbaikan dengan ditambal. karena pengerjaan juga belum dibayar atau belum selesai.

Baca Juga :   Kapolres Winardi Paparkan Materi Peran Polri Dalam Pengelolaan Dandes

” Pihak rekanan sedang mengajukan perpanjangan waktu atau adindum, dan akan melanjutkan pengerjaan diawal tahun 2021,” jelas Faisal.

Mengamati hasil pengerjaan PT. Marangin Karya Sejati pada peningkatan ruas jalan Simpang Gambus – Kedai Sianam, Ketua Investigator BPI KPNPA Rl Kabupaten Batubara, Darmansyah Selasa (29/12) kembali angkat bicara.

Menurut Darman, proyek tersebut sejak awal perencanaan dan proses Lelang terkesan dipaksakan dan terburu buru. Mengingat jumlah anggaran mencapai Rp 11 M lebih, dan volume kegiatan dengan masa pengerjaan selama 30 hari.

Darman menduga, pihak rekanan saat menghampar hotmix, kondisi badan jalan dalam keadaan basah, sehingga hasil pengerjaan minim kualitas dan kuantitas.

” Sudah seharusnya Pemerintah Kabupaten Batubara dan PT. Marangin Karya Sejati mentaati peraturan dan perundang- undangan, salah satu contoh, Perpres no 16 Tahun 2018 tentang barang/jasa,” papar Darman.

Baca Juga :   10 Cabang Siap Tentukan Nahkoda Baru SEMMI Jakarta Raya

Ia menambahkan, Mengingat PT. Marangin Karya Sejati NPWP 01.130.641.2.332.000 alamat Jalan Patimura No. 15. E RT 01/ RW 01 Kelurahan Manggi, Kecamatan Bathin lll Muara Bungo sempat masuk daftar hitam pada 28 Februari 2014 s/d 27 Februari 2016 lalu, diduga terlibat kasus gratifikasi atau korupsi senilai Rp 6 M dari sejumlah proyek di Provinsi Jambi.

Dalam kasus tersebut kata Darman, KPK telah memanggil lima (5) petinggi dari beberapa perusahaan, salah satunya Direktur Utama PT. Marangin Karya Sejati, H.II alias M.

” Selain itu, diduga Pemilik PT. Merangin Karya Sejati Terancam Hukuman Pidana dan Denda Terkait legalitas stone crusher (penghancur batu) di Kabupaten Dharmasraya, Provinsi Sumatera Barat. Namun PT. Marangin Karya Sejati lulus verifikasi lelang di Kabupaten Batubara,” pungkas Darman. (Red)

Baca Juga :   Tim Bharatasena 96 Dominasi Juara Tembak Eksekutif HUT Bhayangkara Ke-72