Pemdes Buyat Didesak Pulangkan Tiga Orang Tamu Dari Jakarta

  • Whatsapp
Pemdes Buyat Didesak Pulangkan Tiga Orang Tamu Dari Jakarta

Kotabunan, PilarAktual.com – Publik Buyat Dua, Kecamatan Kotabunan dibuat resah. Kehadiran tiga orang tamu dari Jakarta di salah satu rumah warga, jadi pemicu. Pemerintah Desa (Pemdes) didesak segera pulangkan para pengunjung yang tiba, Jumat (10/04/2020).

“Saya sebagai warga Desa Buyat Dua merasa keberatan dengan kedatangan tiga orang yang datang dari Jakarta. Saya sebagai warga meminta kepada sangadi (Kepala Desa-red) agar bisa mengambil tindakan tegas, dan jangan lalai dalam menghadapi permasalahan seperti ini, karena ini mengenai orang banyak,” tegas Anita Modeong.

Bacaan Lainnya

Tuturan bernada tegas juga datang dari Marianti Lakoro, Kepala Dusun 3 Desa Buyat Dua. “Saya sebagai Kepala Dusun (Kadus) sekaligus warga di sini merasa keberatan dengan adanya tamu dari jakarta yang datang di desa kami. Saat ini pun anak kami sudah tidak pergi ke sekolah, pergi mengaji dan pergi sholat berjamaah di masjid, karena takut dengan adanya penyebaran virus corona,” Imbuh Lakoro.

 

” Sekarang ini, warga Desa Buyat pun sudah tidak berani pergi kerja di luar daerah, karena mengikuti instruksi dari Pemerintah. Seperti ada warga Desa Buyat yang hanya pergi melihat anaknya yang ada di manado, di saat pulang dia langsung di karantina, karena manado sudah termasuk zona merah, apalagi mereka yang datang dari jakarta, mungkin sekarang mereka terlihat sehat, tapi kita tidak tahu kalu mereka itu membawa virus di diri mereka, ” timpal Mariyanti warga setempat.

Terkait hal ini, Sangadi (Kepala Desa,red) Buyat Dua Gardianto Modeong saat di wawancara menegaskan, tiga orang tamu dari Jakarta itu akan diberikan waktu selama empat hari setelah itu dirinya akan mengambil tindakan tegas.

“Sekitaran jam 1 siang kemarin mereka sampai, dan kami langsung memeriksanya, dan saya juga sudah berikan waktu empat hari kepada mereka, terhitung mulai hari ini, setelah genap empat hari saya akan mengambil tindakan tegas dan mereka harus kami pulangkan,” tandas Gardianto. (Fhersa)