Pelantikan 152 Pejabat di Lingkungan Pemkab Batubara, BPI KPNPA RI Lakukan Penelitian

  • Whatsapp

BATU BARA, PilarAktual.com – Bupati Batubara, Ir H Zahir, M.AP baru saja melantik dan mengukuhkan 152 pejabat di lingkungan kabupaten Batubara, sebagai wujud pelaksanaan peraturan Bupati Batu Bara Nomor : 74 Tahun 2020, Tentang kedudukan, susunan organisasi dan tata kerja perangkat daerah kabupaten Batu Bara pada Senin (28/12) di Aula Rumah Dinas Bupati, Tanjung Gading, Kecamatan Seisuka dan di Aula Kantor Dinas Pendidikan Kabupaten Batubara.

Pada hari yang sama Senin (28/12) menanggapi pelantikan tersebut, Badan Peneliti Independen Kekayaan Penyelenggara Negara & Pengawas Anggaran Republik Indonesia atau yang dikenal masyarakat Lembaga BPI KPNPA RI Batubara langsung merespon cepat dengan melakukan sampling data.

Dikonfirmasi reporter kami sekretaris BPI KPNPA RI Batubara, Sari Darma Sembiring, SE, menjelaskan, penelitian ini diharapkan menjadi penilaian seberapa besar pengaruh pergantian kedudukan pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten batubara terhadap peningkatan terkait layanan birokrasi maupun layanan fasilitas yang diberikan Pemerintah kabupaten Batubara kepada masyarakat.

Selain itu, penelitian ini selaras dengan program yang sedang dilakukan DPP BPI KPNPA RI Jakarta dalam pemberian BPI Award 2020 yang merupakan program tahunan yang diberikan kepada pejabat Negara atau pejabat daerah yang berprestasi sesuai dengan kategori dan nominasi dengan hasil data indikator terkait atas penghargaan yang diberikan.

“Alhamdulillah kami telah melakukan sampling data ke Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Batubara guna mengukur seberapa besar dampak dari rotasi kedudukan pejabat di lingkungan pemerintah kabupaten Batubara sebagai wujud pelaksanaan Peraturan Bupati yang juga telah dilaksanakan semalam.

Selain itu hasil dari penelitian ini juga akan dikirimkan ke kantor BPI KPNPA RI di Jakarta sebagai rekomendasi dan referensi dimasukkan nominasi BPI Award 2020 yang sedang berjalan saat ini hampir di seluruh Provinsi dan kabupaten kota yang ada di Indonesia,” terangnya menambahkan.

Ketika ditanyakan kepadanya apa saja yang didapatkan hasil dari penelitian, dirinya mengaku cukup terkejut dengan apa yang ditemukan nya di RSUD Kabupaten Batubara.

” Awal kedatangan saya tiba di lokasi cukup surprise ya, karena saya melihat perubahan yang mencolok dari kebersihan, penampilan bangunan yang lebih segar, dan banyak nya masyarakat yang antri berobat umum atau berobat jalan. Kemudian penataan parkir ditambah sudah adanya fasilitas sejenis secure parking disana.

Ini bagus untuk menjaga rasa aman dan nyaman masyarakat yang sedang berobat membawa kendaraan ke RSUD dan juga bisa menjadi pendapatan daerah dari lahan parkir tersebut. Harapan saya timbul kesadaran masyarakat untuk menjaga kendaraan nya dengan parkir di fasilitas yang telah disediakan. Walaupun saya lihat masih ada masyarakat yang parkir diluar,” ucapnya.

Masih menurut pria yang akrab disapa Angling Darma itu menuturkan bahwa dari data yang diperolehnya jumlah pasien yang berobat di RSUD Kabupaten Batubara meningkat. Ini menunjukkan keputusan pergantian direktur RSUD sebelumnya kepada Dokter Guruh Wahyu Nugroho yang telah dilaksanakan pada bulan Juni tersebut sangat tepat dan berdampak pada meningkatnya jumlah pasien yang berobat.

“Dari jumlah sample data yang terkumpul sementara, yang bersumber dari hasil quesioner ataupun interview langsung kepada pasien berobat umum ataupun rawat inap sementara menunjukkan statistik yang meningkat. Sedangkan dari hasil pantauan dan pengamatan kami terkait kebersihan ruangan kamar inap, kamar mandi dan halaman ataupun taman rumah sakit walaupun sudah terlihat baik namun kami menemukan beberapa catatan khusus terkait fisik bangunan rumah sakit beberapa membutuhkan renovasi. Misal tidak tersedia nya fasilitas jemuran untuk pasien rawat inap yang saya temukan dapat terlihat dari handuk yang dijemurkan di jendela disalah satu kamar pasien yang berada di kelas 3. Dibutuhkan nya rehab atau perbaikan Kasur tempat tidur pasien yang sudah terlihat rusak. Dan terbatas nya jumlah kamar kelas 1,” terangnya menjelaskan.

Ketika ditanyakan terkait hasil penelitian terhadap layanan dokter ataupun perawat yang ada di RSUD Kabupaten Batubara, dirinya menjelaskan bahwa dampak dari sebuah management rumah sakit yang baik itu dapat terlihat dari jumlah pasien yang berobat.

“Rumah sakit yang jumlah pasiennya banyak dan terus bertambah adalah representatif hasil dari kepercayaan masyarakat yang meningkat. Kepercayaan itu merupakan hasil dari meningkatnya pelayanan dokter, perawat dan fasilitas yang diberikan RSUD terhadap masyarakat.

Ini dibuktikan dari data jumlah pasien yang kami dapatkan dari salah satu pegawai RM RSUD kabupaten Batubara, kami mendapati jumlah peningkatan pasien yang cukup signifikan,” jelasnya kepada kami.

“Dalam 5 bulan sebenarnya ini pencapaian yang tidak biasa. Pasien berobat umum atau berobat jalan pada bulan Januari sampai Juni berjumlah 2603 pasien. Pada bulan Juli sampai bulan November jumlahnya meningkat 3449 pasien. Untuk layanan rawat inap bulan Januari hingga bulan Juni sejumlah 707 pasien, dari bulan Juli hingga bulan November 2020 sejumlah 1301 pasien. Ini belum kita update jumlah data pasien untuk bulan yang Desember karena belum berakhir, ” ungkapnya menuturkan.

Ketika ditanyakan apakah ada rencana untuk melanjutkan sampling data penelitian ini ke instansi yang lain, dirinya menjawab bahwa kegiatan ini akan berjalan ke dinas-dinas dan instansi pemerintah kabupaten batubara lainnya.

“Penelitian ini akan dilakukan tidak hanya pemerintah kabupaten Batubara saja, namun akan ada sampling data ke Polres Batubara, Kejaksaan negeri dan lainnya. Kami akan meneliti dan memberikan hasil kesimpulan dari data yang kami dapatkan. Dan┬ákami akan memberikan penghargaan nantinya pada saat seluruh sampling data penelitian kami selesai dilakukan,” tambahnya menjelaskan.

Direktur RSUD kabupaten Batubara Dr. Guruh Wahyu Nugroho ketika dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku tidak mengetahui akan kedatangan team BPI KPNPA RI yang akan melakukan penelitian. Namun begitu dirinya mengatakan semoga hasil penelitian ini dapat menjadi koreksi untuk kinerjanya yang belum genap 6 bulan usianya.

“Saya cukup kaget sebenarnya ketika mendapat laporan bahwa ada team penelitian yang datang ke RSUD kabupaten Batubara Melalui pegawai kami yang berada di pelayanan Berobat jalan. Namun begitu saya ucapkan terima kasih kehadiran kawan-kawan dari BPI KPNPA RI Batubara yang telah hadir melakukan sampling data terhadap kepuasan layanan dan fasilitas yang kami sediakan. Kami tidak menutup diri untuk dikoreksi guna meningkatkan pelayanan kami untuk masyarakat kabupaten Batubara,” Ucapnya kepada kami. (Red)

Pos terkait