Paska Apel Siaga, Panwascam Galela Selatan Gelar Sosialisasi Tolak Politik Uang

  • Whatsapp

HALUT, PilarAktal.com – Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslu) Kecamatan Galela Selatan Kabupaten Halmahera Utara (HALUT), menggelar upacara sosialisasi tolak politik uang terhadap warga.

Ucapa tersebut dalam rangka Para Panwaslu Kecamatan baik Pangawas Desa, hingga Pengawas TPS se Kecamatan guna mengajak warga agar menolak adanya politik uang.

Diketahui, Panwaslu kecamatan sudah memasang brosul tentang sanksi pidana bagi pelaku politik uang di tempat keramaian seperti warung-warung , toko dan tempat – tempat yang bisa di jangkau oleh warga dan membagikan brosur tolak politik uanga kepada warga.

“ Sosialisasi tolak politik uang ini kami lakukan agar tidak mempengaruhi netralitas pemilih pada Pilkada 9 Desember 2020,” ujar Ketua Panwaslu Kecamatan Galela Selatan, Lutfi Hi Taib, kepada PilarAktual Sabtu (5/12/2020).

Melalui sosialisasi ini sambung Lutfi, ia meminta kepada masyarakat agar berpartisipasi dengan memberikan informasi, pelaporan dan pengawasan terhadap dugaan praktik politik uang kepada Panwaslu.

Sementara itu Anggota Panwaslu Kordinator Devisi (Kordiv) Penanganan Pelanggaran Said Idrus menegaskan, kepada peserta pemilu, mengingatkan supaya terus berkonsentrasi saja pada Pilkada dengan berpegang pada ketentuan perundangan – undangan yang berlaku.

Selain itu lanjut Said, Untuk yang paling penting adalah jangan sekali-sekali berusaha untuk melakukan tindak pidana praktik politik uang. Yang diberikan dengan yang menerima sama-sama dapat diberikan sanksi pidana penjara 3-6 Tahun dengan Denda Rp 200 Juta Rp sampai 1.Miliyar.

” Suda jelas dalam Pasal 187 A UU Nomor 10 Tahun 2016 mengatur tentang politik Uang atau mani politik,” Jelasnya.

Tak hanya itu, Kordinator Devisi (Kordiv) Pengawasan Isra Suleman kembali menegaskan, Kami tetap melakukan pengawasan sangat ketat di Pilkada 2020 ini. Apalagi kita saat ini berada di masa pandemic covid 19.

” sudah tentunya pelaksanaan nanti sesuai protokol kesehatan, Ada 7 orang pengawas desa yang kami siagakan serta 21 orang pengawas TPS untuk mengawasi jalannya Pilkada 9 Desember 2020 di setiap desa,” tegasnya.

Perlu diketahui, Sosialisasi ini dilaksanakan setelah mengikuti Apel Siaga serentek oleh Bawsalu Provinsi Maluku Utara. (Red)

Pos terkait