LIPPUT Malut, Menilai Ada Dugaan Konspirasi Pembangunan Pekerjaan Jalan Ibu Kedi

Foto Istimewa: Idris selaku Kontraktor dan sekaligus pemilik CV Karya Membangun/ Utam (PA) 
TERNATE, PilarAktual.com- Lembaga Investigasi dan Pengawasan Pembangunan Maluku Utara (LIPPUT)  Menilai Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) Provinsi Maluku Utara (Malut) Diduga kuat melakukan Konspirasi Dengan SV Karya Membangun dalam pembangunan pekerjaan jalan ibu kedi Di kabupaten Halmahera Barat (Halbar) senilai 4,7 Miliar.
Pasalnya, proyek tersebut, suda dinyatakan gagal lelang namun PPK dinas PUPR provinsi Malut, Yakni Saudra Mad Juba selaku PPK pekerjaan jalan Ibu Kedi dan kadis PUPR Jafar Ismail telah menerbitkan kontrak dan hingga melakukan pencairan Anggaran tersebut.
“Karena dalam proses Penerbitan kontrak dan melakukan pencairan anggaran tersebut ini sangat bertentangan atau dengan  perpres no 16 tahun 2018 tentang pengadaan barang dan jasa, dan ini ada dugaan kuat dan konspirasi antara kontraktor dengan PPK dan kepala Dinas (kadis) PUPR provinsi Malut.
Hal ini diungkapkan, Mudasir Ishak Wakil Direktur LSM  lembaga Investigasi dan Pengawasan Pembangunan Maluku Utara (LIPUT-Malut) bahwa apa yang dilakukan oleh PPK Mad Juba dan Kadis PUPR Jafar Ismail sengat berani tanpa memikirkan Resiko Hukum, kami juga sudah menyiapkan laporan resmi untuk  melaporkan kasus ini ke lembaga penegak hukum yakni kejati dan polda malut.
 “Iya kami akan tetap mengawal kasus hingga sampai tuntas. Dan kami sudah menyiapkan laporan resmi untuk  melaporkan kasus ini ke lembaga penegak hukum yakni kejati dan polda malut.” Kata Mudasir Ishak kepada media ini di halaman kejati malut. minggu (18/8/2019)
Sementara Itu, Idris yang juga selaku Kontraktor dan sekaligus pemilik CV Karya Membangun saat di mintai keterangan mengatakan, terkait informasi itu salah, karena ibu kedi itu suda malakukan proses tender dan itu suda selesai penetapan pemenang lelang. 
,”Dan penetapan pemenang itu resmi dari portal lPSE Provinsi maluku utara (malut) kalau dibilang proses tender sedang berlangsung itu informasi sesat.”Ujar Idris saat di mintai keterangan melalui via WhadsAp, sekira pukul 19,25. Kamis (15/8)
Namun satu (1) jam kemudian Idris yang juga selaku kontraktor dan pemilik CV Karya Membangun memintah kepada saya agar, pekejaan jalan Ibu Kedi, tidak perlu di publikasikan dengan alasan saya tidak mau banyak pertanyakan pekerjaan tersebut.
Sekedara diketahui proses Pekerjaan pembangunan Ruas Jalan Ibu Kedi dengan mengunakan Anggaran APBD provinsi Malut Oleh dinas PUPR Senilai 4,7 miliar yang suda menyalahi aturan, sebagaimana di atur dalam perpres nomor 16 tahun 2018.” Pungkasnya. (Red)