PilarAktual.com Cilacap Jateng.
Guna menjaga dan meningkatkan kemampuan fisik prajurit untuk menunjang tugas pokok TNI sebagai unsur pembina kewilayahan, Kodim 0703/Cilacap menggelar tes kesamaptaan periodik II tahun 2020, bertempat di Stadion Wijayakusuma Cilacap, Jln. Doktor Rajiman, No. 65 Cilacap Utara.

Kegiatan yang digelar selama 2 hari, mulai hari ini, Rabu dan Kamis (11-12/11/2020) dikuti oleh seluruh prajurit TNI Kodim 0703/Cilacap baik itu yang berpangkat Perwira, Bintara dan Tamtama yang secara teknis diatur masing-masing bagian (Staf Makodim maupun Koramil jajaran) dalam 2 tahap/ gelombang.

Untuk menjamin kegiatan ini berlangsung sesuai program yang digariskan Komando atas, kegiatan ini mendapat pengawasan dari Tim Pengawas dari Korem 071/Wijayakusuma yang tediri dari unsur Jasmani Korem (Jasrem) dan Staf Personel Korem.

Baca Juga :   Kasdim 0703/Cilacap Menghadiri Istighosah di Pendopo Kabupaten Cilacap

Dalam kesempatan itu, Kepala Staf Kodim (Kasdim) Mayor Inf Drs. Abdul Asis Lallo mengatakan sesuai kebijakan Komando Atas, pelaksanaan Kesamaptaan periodik tidak dilakukan secara terpusat di Makorem, namun tersebar dimasing-masing Satuan Kodim jajaran.

“Untuk itu kita dari Kodim 0703/Cilacap telah membentuk Tim penyelenggara kegiatan Kesamaptaan ini, dan membuat Surat Perintah (Sprin) kepada personel yang terlibat baik sebagai pendukung maupun peserta kegiatan. Hal ini penting agar pelaksanaan Kesamaptaan berjalan sesuai rencana yang diharapkan,” kata dia.

Terkait Tes Kesamaptaan yang dilakukan secara periodik (tiap semester) merupakan program Satuan yang dapat dijadikan sebagai parameter pembinaan fisik atau jasmani prajurit.

“Tes Kesemaptaan ini terdiri dari tes kesegaran “A” yaitu lari dengan durasi 12 menit dan tes kesegaran “B” yang terdiri dari gerakan Pull Up, Sit Up Twist, Push Up, Lunges, dan Shuttle Run,” terangnya.

Baca Juga :   Kepala BKD Provinsi Resmi Laporkan Pelaku Teror Ke Polda Malut

Satu hal penting yang perlu diwaspadai dalam setiap tes Kesamaptaan adalah faktor keamanan, mengingat peserta tes adalah prajurit teritorial yang setiap hari begelut dengan pembinaan wilayah. Untuk itu prosedur kegiatan wajib diikuti, terutama pengecekan kesehatan untuk memastikan kesiapan prajurit.

“Kalau ada prajurit yang tidak memenuhi syarat kesehatan atau sakit tidak diperkenankan ikut kegiatan, kita semua paham bahwa tes kesamptaan ini bagian dari kesejahteraan prajurit, jadi jangan sampai karena kegiatan ini malah terjadi kerugian personel (korban jiwa),” harap Kasdim.

 

#(Sugeng.S/Urip)