Ketua INAKOR Minsel Angkat Bicara Terkait Laporan Pansus LKPJ DPRD di Polda Sulut

  • Whatsapp

Minsel, PillarAktual.com – ketua LSM INAKOR Minsel Noldy Poluakan Angkat Bicara Terkait laporan dugaan tindak pidana korupsi oleh enam (6) Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD) yang di laporkan oleh pansus LKPJ Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Selatan ke Polda Sulut di duga kuat bermuatan politik, selasa (23/06/2020).

Hal itu tersebut sebagaimana diungkapkan Noldy Poluakan kepada wartawan dimana menurutnya Laporan itu jika benar pelapornya adalah mengatasnamakan Pansus LKPJ DPRD Minsel maka saya menduga hal ini sarat dengan muatan politik, karena anehnya saya belum pernah mendengar, melihat, membaca dan mengetahui di Indonesia atas nama lembaga Legislative melaporkan kasus TIPIKOR ke instansi hukum manapun.

Bacaan Lainnya

“Kalau memang ada temuan dugaan korupsi kenapa tidak laporkan saja BPK kan ini semua sudah di Audit oleh BPK jadi kalau ada temuan laporkan saja BPK nya, belum lagi kalau melaporkan hal seperti itu apa sudah dapat rekomendasi dan sejenisnya oleh ketua dewan, anehnya kenapa baru kali ini ada laporan seperti ini di Minsel,” ungkap Poluakan.

Lanjutnya, Kami sangat sepaham dan setuju jika kita bersama-sama mengawasi, mengawal dan melaporkan setiap program pemerintah termasuk melaporkan jika ada dugaan kasus korupsi ke instansi hukum, INAKOR Minsel seribu persen mendukung tapi kami tidak mau kalau semangat dan nafas serta marwa untuk membantu masyarakat dan pemerintah dalam hal pemberantasan TIPIKOR di susupi dengan kepentingan tertentu.

“Sekarang memasuki tahun dan bulan politik INAKOR Minsel mengingatkan kepada masyarakat agar secara jelih, telitih dan cerdas juga pekah dalam menyikapi situasi yang ada, jangan sampai kita di manfaatkan oleh pihak tertentu untuk kepentingan kelompok atau perorangan,” terangnya..

selain itu, dirinya juga mengingatkan kepada pemerintah kabupaten Minahasa Selatan agar tidak korupsi apalagi pengelolaan dana desa (DD) dan dana Covid-19 harus di kelola dengan baik, “kita sama-sama mengikuti protokoler kesehatan, jaga jarak, sering cuci tangan di air mengalir dan jangan ke luar rumah jika tidak penting apalagi yang lansia dan anak di bawah umur 9 tahun,” tutup Poluakan.

(Heisye/Red)

Pos terkait