Jual Beli Buku LKS dan Seragam Sekolah di Kabupaten Lambar Kian Marak

Lambar, PilarAktual.com – Maraknya Jual beli Buku LKS dan seragam sekolah seperti seragam Batik di beberapa Tingkat Sekolah Dasar Negeri (SDN) di kabupaten Lampung barat Provinsi Lampung.

Terungkapnya, Jual beli buku (Lembaran Kerja siswa) LKS dan baju seragam sekolah batik ini, sebagaimana hasil penelusuran yang di dapati pada Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Gunung Terang kecamatan Air Hitam Lampung barat.

Hal tersebut berawal dari sejumlah laporan/informasi yang di peroleh dari beberapa orang tua siswa yang enggan namanya sebut.

Kepada media ini, dirinya mengungkapkan dimana penjualan Buku Lembara Kerja siswa (LKS) yang dilakukan oleh pihak sekolah sudah berlangsung cukup lama dari beberapa tahun yang lalu sampai tahun 2019/2020.

Sementara itu, untuk harga buku LKS per’Eksemplar dihargai oleh pihak sekolah senilai Rp 25.000 sedangkan untuk baju seragam seperti batik dihargai senilai Rp 250.000 / siswa.

Baca Juga :   Sinergitas TNI POLRI, Danramil dan Kapolsek Cimanggu Sambut Kapolres Cilacap di Wilayahnya

Lanjutnya, untuk harga buku dan baju kalau mau dikatakan berat tentu cukup berat apa lagi melihat kondisi peceklik seperti saat ini, tapi mau bagaimana kalau yang lain beli anak saya tidak tentu bisa jadi omongan, sehingga mau tidak mau anak saya ikut beli, mengenai jual buku LKS dan seragam ini yang sangat disayangkan.

“Anak saya kan belum bisa membaca lalu disuruh ngerjain isi pelajaran yang ada dalam buku itu ya mana dia taulah mas kalau gak di ajarin gurunya di sekolah kemudian mengenai baju anak saya udah kelas (6) Enam sebentar lagi lulus disuruh beli batik itu bagaimana,” kata salah satu orang tua siswa kepada wartawan.

Baca Juga :   Bupati Tetty Paruntu Serahkan LKPD Minsel Tahun 2019 Ke BPK RI Pewakilan Sulut

Terpisah, terkait Jual beli buku yang di lakukan oleh pihak sekolah di kabupaten Lampung barat Dinas Pendidikan (Dispen) kabupaten Lampung Barat beserta Tim Pengawas sekolah terkesan membiarkan pihak sekolah melakukan praktik Jual beli buku LKS dan Seragam sekolah seperti batik terus berlangsung di tingkat sekolah yang tersebar di wilayah lampung barat sehingga ada dugaan dinas Pendidikan dan kepala sekolah Tidak menghiraukan atau mematuhi Peraturan-Peraturan yang ada di Negara Republik Indonesia ini karena jika merujuk dalam peraturan-peraturan tersebut cukup jelas.

Padahal, dalam PP No. 17 tahun 2010 ditegaskan bahwa tidak boleh ada penjualan buku maupun seragam sekolah, oleh pihak manapun dalam lingkungan sekolah. Baik itu guru, kepala sekolah, komite, dll itu tidak boleh ada yang merangkap sebagai toko buku (menjual buku).

Baca Juga :   Tingkatkan Kemampuan Babinsanya, Kodim 0703/Cilacap Gelar Kegiatan Latnister TA 2020

Dan ditegaskan lagi dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 2 Tahun 2008. Yang mana salah satu isi dari peraturan tersebut adalah larangan bagi pihak sekolah ataupun tenaga kependidikan menjual buku pelajaran kepada murid.

Aturan tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Pendidikan Nasional No. 75 Tahun 2016 dan Undang-Undang No. 3 Tahun 2017. Namun ternyata praktik tersebut masih juga dilakukan oleh sekolah Desar Negeri di Lampung barat.

Selanjutnya diminta kepada Ombusmen dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI mengetahui hal ini. Serta dapat segera menindak lanjuti kepihak-pihak terkait dan apa bila ada pelanggaran hukum maka untuk sekolah tersebut diberi sangsi hukum yang berlaku hingga hal-hal seperti ini tidak diulangi kembali oleh pihak sekolah-sekolah lainnya.

(Dedi/Hy)