TERNATE, PilarAktual.com – Sejumlah massa aksi mengatasnamakan aliansi pergerakan Pemuda Anti Korupsi (AGPAK) Maluku Utara, Selasa (28/7/2020), menggelar demontrasi di dua lemabaga hukum yakni Polda Malut dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara.

Kedatangan massa Aksi pada dua lembaga hukum ini dengan bermodalkan megafon hanya bertujuan menyuarakan agar proyek bermasalah di Kepuluan Sula (Kepsul) dapat diusut secara tuntas.

Hal ini semisalkan praktek pelanggaran proyek pada di 2018 terkait pembangunan reklamasi pantai Desa Falahu, Kecamatan Sanana. Serta dengan praktek dugaan manopoli proyek sejumlah pekerjaan tahun anggaran 2019 terkait proyek pembangunan jembatan Desa Auphonia senilai 4,2 miliar.

kordinator aksi Aliansi Pergerakan Pemuda Maluku Utara (AGPAK) Kadri A latif dalam orasih krisisnya menyampaikan beberapa kasus itu sudah pernah ditangani lembaga penegak hukum. Sayangnya sampai saat ini belum membuahka hasil.

Baca Juga :   Meskipun Sakit, Bupati Bahrain Penuhi Undangan Warga Busua

“Untuk itu, kami mendesak Kejati maupun Polda Malut agar segera mungkin mengunkap dugaan pelanggaran proyek pembangunan reklamasi pantai Desa Faluhu serta pembangunan jembatan Desa Auponhia,” teriak kadri. (Red)