Bongkar Dugaan Korupsi Ruko Nelayanan, Kejati Malut Bentuk Tim

  • Whatsapp

TERNATE, PilarAktual.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Provinsi Maluku Utara (Malut) Melalui bidang penyidik Inteljen telah membentuk tim yang bakal melaksanakan tugas pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan keterangan (Pulbaket)

Pembentukan tim tersebut tujuanya untuk membongkar dugaan kasus Korupsi pembangunan Ruko Nelayan milik Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Malut tahun anggaran 2017,

Bacaan Lainnya

Meski ini baru berbentuk Surat perintah tugas (Sprintug), pihak Kejati Malut terus mendalami dugaan kasus korupsi tersebut.

Pasalnya setelah pemeriksaan Kadis DKP Malut Buyung Radjiloen dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) proyek pembangunan Ruko Nelayan Abdullah Assegaf dimintai keterangan pada Senin (21/07/2020) belum lama ini, pihak Kejati Malut telah menerjunkan tim ke lokasi proyek guna mengkroscek atau meninjau pembangunan Ruko yang hingga kini tak kunjung selesai alias mangkrak.

“Kita sudah bentuk tim, bahkan tim kita sudah meninjau langsung atau on the spot ke lapangan (lokasi proyek), apakah benar sesuai dengan yang di adukan atau tidak” kata Assisten Bidang Intelijen Kejati Malut Efrianto kepada sejumlah wartawan, Senin (03/08/2020)

Dijelaskan Lagi Efrianto, Untuk hasil dari peninjauan ke lokasi serta bahan keterangan dari Kadis DKP dan PPK proyek tersebut saat ini menjadi bahan kajian oleh tim.

“Apa yang sudah kita kumpulkan akan kita analisa lebih lanjut nanti” ujar Efrianto.

Efrianto pun menuturkan, untuk mencari titik terang dari suatu masalah, pihak-pihak yang terlibat dengan pembangunan Ruko Nelayan di kabupaten Halsel yang di kerjakan PT. TAT akan diundang untuk dimintai keterangan.

“Sudah ada tim yang melaksanakan tugas pengumpulan data dan pengumpulan bahan keterangan, Nanti kita lihat diskusi atau kesimpulan dari tim nanti,” tandasnya. (Tam/Red)