Berikut Ini Hak Jawab “Hukum Tua Desa Kopoya” Terkait Pemberitaan Pemalsuan Tanda Tangan

  • Whatsapp

Minsel, PilarAktual.com – Terkait pemberitaan yang di muat media ini, tentang “Oknum Hukum Tua Desa Kapoya Satu Diduga Lakukan Pemalsuan Tanda Tangan“.

Minggu, (01/03/2020) melalui sambungan telepon via selular redaksi mengkomfirmasi kebenaran perihal tersebut dimana Hukum tua secara tegas mengungkapkan bahwa itu tidak benar.

Bacaan Lainnya

“Semua itu tidak benar, pemberitaan hanya mengarah keunsur kepribadian dan hanya menyerang kepada satu pihak,” ungkap Hukum tua.

Informasi pada awalnya mencuak ke publik, pada hari selasa, (25/02/2020) dimana Kumtua Desa Kapoya Satu, Sanny Runtuwarow ditemui sejumlah wartawan dikediamannya untuk menanyakan kebenaran akan data yang dihimpun pewarta.

Lanjut, dirinya secara tegas membantah tuduhan ini karena memang bukan Hukum Tua yang melakukannya.

“Saya akan temui Sekdes Siska Rutuwarow untuk bicarakan bersama terkait hal ini. Sebab yang saya tahu kasus ini sudah dinyatakan selesai karena sudah lama tidak terdengar lagi,” tutup Runtuwarow.

Sementara itu, Fery Sawilan Selaku Pimpinan Redaksi PilarAktual.com meminta maaf yang sebesarnya atas pemberitaan yang sebelumnya kami publikasi tampak adanya klarifikasi kepada sumber yang terkait.

“Atas nama pribadi dan redaksi saya minta maaf karena berita ini hanya pemberian teman dengan dalih mereka punya rekamannya terkait perihal tersebut makanya bisa sampai lolos di publikasi pemberitaan. Sekali lagi mohon maaf kepada ibu hukum tua,” jelas Sawilan.

(Redaksi)

Pos terkait